Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Server Tersendat, PPDB Jalur Prestasi Tekendala Sinkronisasi Data

18 Juni 2019, 11: 17: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

PENDAFTARAN: Calon peserta didik baru melakukan verifikasi berkas sebelum masuk ruangan pendaftaran online di SMP 2 Kudus kemarin.

PENDAFTARAN: Calon peserta didik baru melakukan verifikasi berkas sebelum masuk ruangan pendaftaran online di SMP 2 Kudus kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Hari pertama pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jalur prestasi dan perpindahan orang tua SMP secara online sempat terkendala sinkronisasi data. Waktu tersendat total tiga jam. Yaitu oukul 08.30 sampai 09.30. Kemudian pada 11.30 sampai 12.30.

Ketua Panitia PPDB SMP 1 Kudus Suyanto menjelaskan pukul 08.30 input data peserta PPDB sudah melalui tahap verifikasi manual. Ternyata nilai yang tercantum pada surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterima siswa dengan data pada aplikasi PPDB online tidak sama.

”Kami langsung koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Menunggu kurang lebih satu jam baru bisa terselesaikan. Ya ketersendatan karena sinkronisasi jadi menunggu, tapi antrean tidak terlalu berjubel. Akhirnya bisa diselesaikan dengan cepat,” ungkapnya.

Setelah ada siswa yang daftar dari MI terjadi kendala juga, ternyata data siswa dari MI belum terinput di server PPDB online. Kemudian Disdikpora langsung bertindak cepat koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kudus. Agar segera diselesaikan.

Sinkronisasi kembali terkendala. Waktunya lebih lama dari sinkronisasi yang pertama. Hampir dua jam. Kendala itu, Suyanto menjelaskan terjadi pada 11.30. Yaitu data siswa MI tidak bisa diinput. Ada yang pulang dan kembali daftar hari kedua. Dia menegaskan, kendala sinkronisasi memang dari Disdikpora.

Untuk hari pertama pendaftar dari jalur prestasi kurang lebih 56 pendaftar. Sedangkan jalur perpindahan orang tua baru ada tiga pendaftar. Suyanto mengatakan, seharusnya kuota untuk jalur prestasi ditambah, tidak hanya lima persen.

”Kami sebagai sekolah rujukan harus mampu mempertahanka prestasi, kalau yang menggunakan jalur prestasi sedikit kemungkinan kesulitan untuk mempertahankan prestasi,” ungkapnya.

Ditambahkan, jalur prestasi ada yang mendaftar dengan hasil nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN) peringkat 1 hingga 20 se-kabupaten. Menurut informasi ini merupakan kebijakan baru, dan peringkat 1 sampai 3 perolehan nilai tertinggi se-kabupaten akan mendapatkan poin dari dinas, tapi sekarang belum tahu poinnya berapa.

”Data peringkat hasil nilai USBN di Kudus kami juga belum diberikan, tapi dari melihat hasil nilainya sudah bisa memperkirakan kalau siswa tersebut berada di peringkat 1 hingga 20 se-kabupaten,” terangnya.

Sementara itu, PPDB di SMP 2 Kudus juga mengalami kendala yang sama tapi untuk jumlah pendaftara tidak terlalu banyak. Ketua PPDB SMP 2 Kudus Rifa’i menjelaskan, untuk hari pertama jalur prestasi jumlah pendaftar ada 12 siswa, dan perpindahan orang tua ada 12 siswa.

”Memang butuh kecermatan untuk pilihan sekolah. Apalagi yang menggunakan jalur zonasi yang memprioritaskan jarak. Untuk saat ini kami mengabaikan nilai lebih dulu, tapi untuk pendaftaran tetap tercantum nilai, sebagai bahan pengetahuan kami, karena nilai itu tetap penting,” ungkapnya. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia