Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Didampingi Orang Tua, Pendaftar Rela Berdesakan Demi Sekolah Favorit

18 Juni 2019, 11: 06: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

RAMAI: Antrean pendaftar di SMP Negeri 2 Jepara membeludak pada PPDB hari pertama pagi kemarin.

RAMAI: Antrean pendaftar di SMP Negeri 2 Jepara membeludak pada PPDB hari pertama pagi kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP sederajat mulai dibuka pagi kemarin. Pada pendaftaran hari pertama, sejumlah sekolah diserbu pendaftar. Antrean bahkan berlangsung dari pagi hingga pendaftaran hari pertama berakhir.

Salah satunya di SMP Negeri 2 Jepara. Ratusan pendaftar memadati sekolah tersebut sejak pagi. Tak hanya di lantai II yang menjadi lokasi pendaftaran, antrean juga mengular sampai memenuhi anak tangga.

Rata-rata pendaftar datang didampingi orang tua. Karenanya, antrean terlihat semakin banyak dan sesak.

Di sekolah tersebut ada delapan petugas yang disiagakan untuk proses PPDB. Ada yang bertugas memberikan informasi terkait alur pendaftaran, mengecek kelengkapan pendaftaran, membantu mendaftarkan secara online dan yang lainnya.

Salah satu orang tua pendaftar, Azizah mengatakan, dia datang ke sekolah tersebut sekitar pukul 06.00 WIB. Tujuannya agar bisa menuntaskan pendaftaran lebih awal. Namun saat tiba di sekolah tersebut, sudah banyak pula yang datang. "Pukul 06.00 WIB itu sudah banyak yang datang," katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Meski rumahnya terbilang tak jauh dari sekolah dan mendaftar pada kuota zonasi, namun Azizah mengatakan, dia tetap ingin terdaftar lebih awal. "Supaya bisa lega dan tinggal menunggu pengumuman nantinya," ungkapnya.

Orang tua pendaftar lainnya, Ashadi menyatakan, dia datang bersama anaknya sekitar pukul 08.00 WIB. Pada saat tersebut kondisinya sudah sangat penuh. "Antrean sudah panjang, bahkan di tangga sudah penuh," tuturnya.

Ashadi sendiri tinggal dengan jarak sekitar 2.200 meter dari SMP Negeri 2 Jepara. Pada pendaftaran hari pertama kemarin anaknya berada di urutan 115. "Tahun ini nilai tidak jadi pertimbangan. Nilai bagus terabaikan gara-gara jarak rasanya tidak adil," tuturnya.

Dia mengantre dan menuntaskan proses pendaftaran hingga pukul 11.50 WIB. "Baru selesai pukul 11.50 WIB itu," jelasnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Jepara, Fatkhurrohman mengatakan, antusias pendaftar pada PPDB hari pertama kemarin sangat terlihat. "Saya tiba di sekolah pukul 06.30 WIB tapi antrean sudah sangat ramai," katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Hal tersebut tak jauh berbeda dengan masa PPDB tahun-tahun sebelumnya di mana pendaftarnya selalu banyak. Mengenai aturan PPDB kali ini, Fatkhurrohman menyatakan, sangat berbeda lantaran ada sistem zonasi. "Itu aturan dari pusat yang harus kami ikuti, persentasenya 90 persen jalur zonasi, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen perpindahan tugas orang tua/wali. Kalau tahun lalu zonasi jadi nilai plus karena masih memperhitungkan nilai, tapi tahun ini bisa dikatakan penilaian berdasarkan zonasi murni," ungkapnya.

Di sekolah itu sendiri tahun ini akan menerima 315 siswa. "Jadi untuk yang dari jalur zonasi sekitar 284 sendiri. Siapapun bisa daftar, cuma nanti diseleksi dengan sistem jarak rumah ke sekolah atau radius terdekat," imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia