Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Penerimaan Peserta Didik Baru SMK di Rembang Mulai Dipadati Pendaftar

18 Juni 2019, 10: 52: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

MEMBLUDAK: Sejumlah anak-anak jenjang SMP antusias mencari info di SMK Muhammadiyah Rembang kemarin.

MEMBLUDAK: Sejumlah anak-anak jenjang SMP antusias mencari info di SMK Muhammadiyah Rembang kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMK belum dimulai. Namun animo calon peserta didik yang ingin mendaftar sudah besar. Buktinya belum dibuka mereka sudah menyerbu beberapa sekolah favorit.

Ini sehubungan tahapan verifikasi dan pembuatan akun. Kebijakan tahun ini beda, sekolah negeri bakal menerapkan sistem online. Sebaliknya yang swasta masih offline. Online hanya diberlakukan di tingkat internal sekolah

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Rembang, Gatot Raharjo menyampaikan sesuai jadwal yang ditetapkan provinsi tingkat SMK tahapan awal verifikasi dan pembuatan akun. Jadwalnya telah dimulai 17-28 Juni mendatang.

”Setelah itu pada 1 sampai 5 Juli dilaksanakan PPDB secara online. Baik secara mandiri ataupun lewat sekolah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Setelah itu pada 9 Juni pengumuman penerimaan peserta didik. Sehubungan tahapan PPDB tersebut kesiapan-kesiapan sudah dimatangkan. Pertama verifikasi data diawali anak-anak membuat keterangan sehat dari dokter.

Dilanjutkan verifikasi berkas pendaftaran. Hal ini meliputi syarat pendaftaran meliputi SKHUN, KK, dan surat kesehatan dari dokter. Termasuk bagi mereka-mereka yang memiliki kejuaraan akan dimasukkan verifikasi.

”Calon siswa ini selanjutnya akan mendapatkan nomor token. Verifikasi dapat dilaksanakan di SMK terdekat tidak harus sekolah dituju,” terangnya.

Memang verivikasi ini sangat penting. Untuk memastikan calon peserta didik memiliki akun melaksanakan pendaftaran. Pastinya kebijakan ini memudahkan calon peserta didik yang melanjutkan jenjang SMK.

Diambil gambaran calon peserta didik melakukan verivikasi di Kecamatan Sedan. Saat pendaftaran mengambil di Rembang atau Pati. Terkait kebijakan ini dipastikan tidak ada sekolah dengan murid gemuk namun merata.

”Setiap sekolah sudah mempunyai kouta. Sehingga saat pendaftaran online siswa sudah dapat memantau apakah diterima atau sebaliknya,” jelasnya.

Sementara itu sektretaris MKKS yang juga kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Rembang, Suparno membenarkan sistem PPDB SMK swasta masih offline. Online hanya diberlakukan di internal sekolah dalam seleksi penerimaan siswa.

”Untuk aturanya sekolah Negeri mulai tanggal 1 sampai 5 Juli. Sebaliknya swasta sampai tanggal 6 Juli,” katanya.

Di kota garam sendiri sekolah swasta ada 19 sekolah. Terkait kesiapan ini sebagian besar calon siswa sudah banyak mencari info. Untuk melihat sejauh mana kelas ataupun jurusan yang dibuka termasuk persyaratan.

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia