Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Features
Ineke Bela Ramdani, Penemu Papan Partisi

Manfaatkan Cangkang Keong Sawah dan Blontong Tebu

18 Juni 2019, 10: 42: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVATIF: Ineke Bela Ramdani bersama timnya menunjukkan papan partisi ciptaannya.

INOVATIF: Ineke Bela Ramdani bersama timnya menunjukkan papan partisi ciptaannya. (DOK PRIBADI)

Share this      

Ineke Bela Ramdani, mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) asal Grobogan bersama dua rekannya menemukan papan partisi kedap suara, antijamur, serta tahan air dan api. Temuannya ini, memanfaatkan cangkang keong dan blotong tebu. Kini, ia mulai mencari sponsor agar bisa dikembangkan ke ranah nasional dan internasional.

INTAN MAYLANI SABRINA, Grobogan

MENJADI mahasiswi membuat Ineke Bela Ramdani ingin terus menggapai prestasi. Kali ini, Ineke menggandeng dua kawannya dari jurusan yang berbeda. Jika dia dari jurusan D3 Teknik Sipil, dua kawannya, Jeesica Hermayanti Pratama jurusan S1 Kimia dan Fajar Julian Santosa jurusan S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian.

Meski berbeda jurusan, tak menghambat mereka menghasilkan karya. Awalnya, menemukan ide tersebut tak mudah dan muncul begitu saja di benak mereka. Mereka mencari tahu informasi melalui daring. Mencari tahu kelebihan dan kekurangn idenya yang akan diangkat itu.

Mereka pun kerap janjian bertemu di perpustakaan dari pukul 07.00 hingga pukul 14.00. Namun, tak kunjung bertemu ide. Sampai akhirnya terlintas untuk membuat semacam inovasi papan buat material bangunan.

”Setelah dipertimbangkan, masalah yang paling penting adalah soal kebutuhan material bangunan. Jadi, kami milih ide ini untuk menjadikan penelitian kami,” ujar gadis kelahiran Grobogan, 3 Februari 1999 ini.

Mereka mulai membahas lebih dalam dan mulai muncul ide membuat papan partisi.   Kemudian mereka mengembangkan sampai akhirnya tercipta ide untuk papan partisi yang kedap suara, antijamur, serta antiair dan api. Bahannya juga menggunakan bahan yang mudah didapat dan yang selama ini tak berguna. Yakni cangkang keong dan blotong tebu.

Mereka juga kemudian konsultasi ke dosen pembimbing. Sehingga adanya ide itu langsung mereka kembangkan bertiga dengan bantuan dosen pembimbing.

”Sebelum ide ini, kami sempat kepikiran mau meneliti Waduk Kedung Ombo yang dulu sempat mematikan ribuan ikan. Tapi, sepertinya izin melakukan penelitian lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lumayan lama,” kata gadis yang beralamat di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, ini.

Namun, dengan ide pembuatan papan partisi itu, ia bersama rekannya hanya membutuhkan waktu empat bulan untuk menyelesaikan. ”Sempat gagal berkali-kali, karena partisi yang dibuat retak dan hancur saat dilepas dari cetakan,” kesannya.

Ini karena awal-awal pembuatan karya tersebut, masih masa percobaan. Mereka belum menemukan racikan yang pas. Saat mereka mencoba memperbanyak bubuk gipsum, adonan yang mereka buat pun mengeras sebelum dimasukan ke cetakan.

Meski begitu, tak membuat mereka putus asa untuk menghasilkan karya tersebut. Berbagai kendala lain pun mereka harus hadapi, seperti kendala waktu. Karena mereka sama-sama kuliah dan beda fakultas, sehingga susah untuk menentukan waktu yang pas untuk melakukan penelitian.

”Kami pun memutuskan mengambil hari Jumat, Sabtu, dan Minggu untuk penelitian. Akhir pekan kami pilih karena tugas kuliah tak ada. Kami pun harus menahan diri untuk pulang ke rumah selama empat bulan itu. Hingga karya benar-benar jadi,” katanya.

Tak hanya di situ, kendala lain yang harus mereka hadapi adalah uji laboratorium kampus yang harus antre. Sebab, banyak mahasiswa lain yang menggunakan untuk pengujian di lab tersebut.

”Namun, kampus membantu akses laboratorium yang lebih mudah. Pendampingan untuk dimonitoring sepekan sekali untuk penyampaian progres kerja. Sehingga dalam sepekan bisa menyelesaikan banyak hal,” ungkapnya.

Setelah karyanya jadi, berbagai kendala lain pun masih mereka hadapi. Terutama mengenai pengenalan karya ke khayalak luas. Karena saat ini masih memasuki tahap penelitian, harapannya pada Juli nanti karyanya bisa semakin dikenal dan dimanfaatkan dengan baik.

”Saat ini baru pihak kampus yang mengenalkan. Sudah dicoba unggah di website kampus anak teknik Indonesia,” imbuhnya.

Ke depan, langkah yang akan mereka lakukan dengan mengajukan perolehan hak cipta dan paten. Juga melakukan submit jurnal nasional dan internasional hingga melakukan publikasi ke media-media.

”Juli nanti, kami juga akan presentasi di depan juri dari Kemenristek Dikti. Kami berharap bisa lolos pimnas yang dilaksanakan di Bali pada September nanti dan bisa dapat medali,” harapnya.

Bahkan, ke depan juga akan dikembangkan ke dalam skala industri dengan kerja sama perusahaan partisi untuk terciptanya partisi yang lebih baik. Karena papan partisi ini bisa diaplikasikan dalam segala hal. Bisa untuk dinding dan plafon rumah. Dengan ukuran yang bermacam-macam.

Menurutnya, karya ini juga merupakan karya yang kali pertama muncul. ”Dari berbagai informasi, papan partisi yang kami buat belum ada yang membuatnya,” katanya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia