Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Rintis Bisnis Bermula dari Cibiran

18 Juni 2019, 10: 23: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

Dewi Nur Maulidiyah

Dewi Nur Maulidiyah (Dok. Pribadi)

Share this      

KESEHARIAN gadis bernama lengkap Dewi Nur Maulidiyah disibukkan dengan aktivitasnya sebagai asisten dosen praktikum Prodi Akuntansi di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Dia juga sibuk dengan bisnis online hijab yang ia tekuni beberapa tahun terakhir.

Dewi –sapaan akrabnya- termotivasi dari ejekan teman-temannya di waktu SMP. Meskipun putri seorang nelayan, tapi ia tidak menyerah untuk mandiri dan sukses. Tidak pernah malu dengan profesi orang tuanya sebagai nelayan.

“Orang tua belum punya motor untuk ngantar saya ke sekolah. Sejak SD hingga SMA saya bersepeda untuk berangkat sekolah. Pernah suatu ketika karena sepeda saya sangat butut sekali, berkarat, dan kuno. Waktu SMP, sepulang sekolah jalan ke parkiran sepeda ada seorang siswa melihat sepedaku dengan berkata sepeda siapa ini kok jelek dan berkarat,” kenangnya.

Mendengar cibiran itu, lulusan jurusan akuntansi Unisnu Jepara ini tidak malu dan tidak marah. Ia hanya diam berlalu begitu saja di depan teman yang mengejeknya. Cibiran itu membuat dirinya termotivasi menjadi sosok mandiri dengan segudang prestasi. Bisnis online hijabnya untuk membuktikan kesuksesan bisa diraih siapa pun. Termasuk anak orang tak mampu.

Selama menjadi mahasiswi ia buktikan dengan segudang prestasi yang ia raih. Mulai dari semifinalis Diponegoro Chemistry Competition se-pulau Jawa, Fasilitator dalam Kejar Aksi Learn About Mathematic, hingga Fasilitator Sistem informasi Akuntansi dalam Pengabdian Reguler Unisnu. “Untuk biaya kuliah saya terbantu dengan bisnis jilbab. Omzetnya sebulan sekitar Rp 4 juta,” kata dara yang selalu juara kelas dari SD hingga SMA ini.

Setelah lulus dari bangku perkuliahan tahun ini, ia fokus pada bisnis yang ia rintis sejak 2015 lalu. Saat ini ia menjual berbagai jenis hijab yang ia produksi sendiri. Selain merancang sendiri, ia juga jahit sendiri hijab yang ia rancang. Untuk memnuhi permintaan yang melonjak Dewi menggandeng beberap penjahit untuk membantu produksi hijabnya. “Awalnya saya jahit sendiri. Setelah mulai banyak permintaan saya libatkan penjahit,” ujarnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia