Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Duh, Ternyata Pelimpahan Berkas Tersangka Marzuqi Belum Dilakukan

18 Juni 2019, 10: 07: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Duh, Ternyata Pelimpahan Berkas Tersangka Marzuqi Belum Dilakukan

SEMARANG - Kabar dilimpahkannya berkas perkara tersangka Bupati Jepara nonaktif, Ahmad Marzuqi dan hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang nonaktif Lasito, oleh Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pengadilan Tipikor Semarang ternyata belum terlaksana.

Dari pemberitaan sejumlah media massa disebutkan, berkas perkara telah dilimpahkan sejak Jumat (14/6). Tapi hingga kemarin ternyata belum sampai. Dalam kasus itu, kedua pelaku dijerat perkara dugaan suap terkait putusan gugatan praperadilan yang diajukan Marzuqi atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang tahun 2017 lalu.

“Berkas (kasus Marzqui dan Lasito, Red) belum kami terima. Lha kasus pak Lasito, yang lebih dulu ditahan saja belum dilimpah. Kalau diberikan dilimpah selesai Lebaran ya, mungkin terjadi, kan bisa saja minggu ini atau minggu depan. Sama-sama masih suasana Idul Fitri tahun 2019,” kata Panitera Muda Tipikor pada Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang diruangannya kemarin (17/6).

Belum dilimpahkannya berkas itu, juga diakui salah satu PU KPK yang sedang menyidangkan perkara lain. Hanya saja ia bukan jaksa yang menyidangkan kasus itu. Sehingga belum bisa berkomentar banyak.

“Setahu saya belum dilimpah. Yang sudah dilimpah kasus ketua DPRD Kebumen. Hari ini (kemarin, Red) sidang perdana, agenda dakwaan,”ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, menyampaikan Jumat (14/6) sudah dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti, dan kedua tersangka ke PN Semarang. Dikatakannya, sidang terhadap keduanya direncanakan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam penanganan kasus tersebut, KPK sudah memeriksa 28 orang saksi dari beragam unsur, seperti pejabat di PN Semarang, anggota DPRD Jepara, pengacara, dan pihak swasta.

Adapun, Marzuqi diduga memberikan uang sekitar Rp 700 juta kepada Lasito. Rinciannya, uang sebesar Rp 500 juta dalam mata uang rupiah dan uang dollar Amerika Serikat dengan nilai setara Rp 200 juta. Diduga pemberian Marzuqi untuk memengaruhi putusan gugatan praperadilan yang diajukannya atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di PN Semarang tahun 2017.

Pada pertengahan 2017, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi penggunaan dana bantuan partai politik DPC PPP Kabupaten Jepara 2011-2014 dengan tersangka Marzuqi. Marzuqi mengajukan permohonan praperadilan ke PN Semarang. Ia mencoba mendekati hakim tunggal Lasito melalui panitera muda di pengadilan. Pada akhirnya, Lasito selaku hakim tunggal memutuskan praperadilan yang diajukan Marzuqi dikabulkan dan menyatakan penetapan tersangka Marzuqi tidak sah dan batal demi hukum. (jks)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia