Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Sidang Adjudikasi Dugaan Pelanggaran Pemilu, KPU Klaim Sesuai Prosedur

18 Juni 2019, 09: 27: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

SELESAIKAN MASALAH: Bawaslu Grobogan menggelar sidang adjukasi di kantor untuk menyelesaikan gugatan penetapan Bambang Guritno sebagai caleg oleh KPU Grobogan.

SELESAIKAN MASALAH: Bawaslu Grobogan menggelar sidang adjukasi di kantor untuk menyelesaikan gugatan penetapan Bambang Guritno sebagai caleg oleh KPU Grobogan. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Grobogan membacakan jawaban secara tertulis dalam sidang adjukasi tentang dugaan pelanggaran administrasi Pemilu 2019. Pelanggaran itu berkaitan dengan masalah kesehatan Bambang Guritno sebagai caleg yang ditetapkan KPU setempat.

Jawaban tersebut dibacakan oleh Joko Widodo, komisioner KPU dalam sidang Adjukasi di kantor Bawaslu Grobogan. Terlapor KPU Grobogan dihadiri oleh Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo, komisioner Yatiman dan Machrus serta Kasubag Hukum KPU Grobogan Yudhavsika Adidhara Silviawardhanie. Sedangkan pelapor dihadiri Lutfhil Khakim.

Kasus tersebut mempersoalkan adanya masalah kesehatan Bambang Guritno sebagai caleg yang ditetapkan oleh KPU Grobogan. ”Kami dari KPU Grobogan telah lakukan prosedur penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS) dan Dafar Caleg Tetap (DCT). Penetapan ini sudah kami umumkan di media massa. Dan ada waktu sanggahan dari masyarakat,” kata anggota Komisioner KPU Grobogan Joko Widodo dalam menjawab sidang adjukasi.

Prosesi untuk penetapan DCT tersebut juga telah memenuhi beberapa tahap. Diantaranya adanya tanggapan dari masyarakat selama tiga hari setelah diumumkan di media massa. Namun, setelah masa tersebut tidak tanggapan masyarakat, maka DCT sah untuk ditetapkan.

”Adanya penetapan Bambang Guritno sebagai caleg nomor urut 2 dari partai PDI P Grobogan daerah pemilihan dua telah sesuai. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani telah sah karena dikeluarkan tim kesehatan dari RSUD R Soedjati Purwodadi,” ujarnya.

Ketua Majelis Adjukasi Moh Syahirul Alim mengatakan, setelah mendengarkan jawaban dari terlapor KPU Grobogan, agenda sidang selanjutnya adalah mendengarkan keterangan dan bukti-bukti dari saksi. Saksi ini yang melihat dan mendengar secara langsung.

”Saya minta dari pelapor dan terlapor membawa saksi pada sidang keterangan saksi pada 19 Juni 2019 di Kantor Bawaslu Grobogan. Keduanya mengaku siap membawa saksi masing-masing,” terang dia.

Lutfil Hakim, kuasa hukum pelapor mengaku siap untuk membawa saksi sesuai dengan tuntutan yang diajukanya ke Bawaslu Grobogan. Saksi yang dibawa adalah tetangga, teman, dan warga sekitar rumah Bambang Guritno yang digugat. ”Kami sudah punya saksi tiga orang yang fiks datang dan memberikan keterangan,” tandasnya.

(ks/mun/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia