Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Langgar Perda, Tiga Bocah Penjual Rujak Diciduk Satpol PP

17 Juni 2019, 14: 04: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

MELANGGAR PERDA: Tim operasi penegakkan perda Satpol PP Kudus saat mengamankan para anak-anak penjual rujak di kawasan traffic light pentol.

MELANGGAR PERDA: Tim operasi penegakkan perda Satpol PP Kudus saat mengamankan para anak-anak penjual rujak di kawasan traffic light pentol. (SATPOL PP FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Tiga anak di bawah umur yang berjualan rujak di jalan raya sekitaran traffic light pentol digelandang tim operasi penegakkan perda Satpol PP Kabupaten Kudus. Ketiga bocah tersebut masing-masing berinisial MD, 12, IP, 7, MT, 12. Mereka diberikan pembinaan di kantor Satpol PP Kudus agar tidak kembali melakukan tindakan yang melanggar perda.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah.

Dalam keterangannya, Djati mengatakan, belum semua anak yang melakoni peran yang sama berhasil dibina.

”Menurut informasi yang ada, bocah yang jual rujak di sekitaran traffic light pentol ada sekitar lima orang. Saat operasi kemarin baru tiga yang kami bina,” katanya.

Dikatakannya, ketiga bocah ini semuanya mengaku masih berstatus sebagai pelajar. Mereka berjualan rujak usai pulang sekolah. Dan menurut pengakuannya, mereka mendapatkan barang dagangan tersebut dari seseorang. ”Semuanya tinggal di Desa Hadipolo,” imbuhnya.

Tak hanya mengamankan ketiga anak dibawah umur saja. Tim operasi penegakkan perda Satpol PP Kudus juga mengamankan dua perempuan yang memiliki peran yang berbeda. Sumiyati, 37, menjadi penyuplai rujak dan Masni, 67 yang bertugas menunggui anak-anak dibawah umur tersebut berjualan rujak di jalan raya sekitaran traffic light pentol.

”Dua orang ini dulunya pengemis yang sudah kami tertibkan. Sekarang dia beralih berjualan rujak dengan mempekerjakan anak-anak di bawah umur,” jelasnya.

Djati menegaskan, pihaknya tidak melarang mereka berjualan rujak. Jika mereka ingin melakukan usaha ini disarankan untuk mencari tempat yang layak dan tidak melibatkan anak di bawah umur. Sebab, hal ini melanggar Perda Kabupaten Kudus Nomor 15 Tahun 2017 tentang penanggulangan gelandangan, pengemis, dan orang terlantar (PGOT). ”Untuk kali ini kami lakukan pembinaan terlebih dahulu,” ujarnya.

Plt Kabid Penegakkan Perda Satpol PP Kudus Fariq Musthofa mengatakan, selain melanggar perda, aktivitas tersebut juga membahayakan. Baik bagi anak-anak itu sendiri juga pengguna kendaraan.

”Mereka juga belum saatnya bekerja,” katanya.

Tak hanya itu tim penegakkan perda Satpol PP juga mengamankan Siswanti, 30 dan Kusmiati, 50, yang juga berjualan rujak di jalan raya sekitar traffic light Ngembal. Mereka diamankan karena melanggar Perda No 11 tahun 2017 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia