Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Puluhan Karyawan Eks-Taman Kartini Menanti Kejelasan Nasibnya

17 Juni 2019, 12: 26: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKERJASAMAKAN: Seorang pengujung tengah bersantai di dekat wahana Dinosaurus di TRP Taman Kartini yang rencana kedepan dikerjasamakan Pemkab.

DIKERJASAMAKAN: Seorang pengujung tengah bersantai di dekat wahana Dinosaurus di TRP Taman Kartini yang rencana kedepan dikerjasamakan Pemkab. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Pesta syawalan di TRP Taman Kartini, Rembang, secara resmi pada Minggu (16/6) telah rampung. Praktis puluhan karyawan yang diperbantukan perannya hari ini (17/6) berakhir. Di wisata tertua di Kota Garam tersebut ada 30 karyawan.

Praktis nasib mereka kembali menggantung. Karena genap 10 hari statusnya secara hukum sudah tidak menjadi tanggung pihak ketiga. Hal ini sehubungan PT. Mantingan Karya Aditia (MKA) memutuskan sementara kerja sama pengelolaan dengan Pemkab Rembang.

Penanggung Jawab Pengelola Taman Kartini, Sriyono saat dikonfirmasi membenarkan pesta syawalan di Taman Kartini telah rampung. Sebelumnya sudah melakukan perpanjangan kepada pedagang sampai Minggu lalu (tanpa ditarik biaya sewa).

MENARIK: Seorang pengunjung berada di anjungan Taman Kartini Rembang yang dilengkapi permainan outbound  sepeda berjalan.

MENARIK: Seorang pengunjung berada di anjungan Taman Kartini Rembang yang dilengkapi permainan outbound sepeda berjalan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

”Benar setelah keluar dari kerja sama (PT MKA) kami mohon izin diberdayakan even Syawalan 2019 sampai 15 Juni. Setelah itu, kalau mereka mau bekerja ranahnya di Pemkab,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sehubungan dengan nasib karyawan pihaknya sudah memberikan saran. Baik karyawan dan karyawati bisa mengajukan lamaran di Dinas Pariwisata. Kembali lagi kebijakan sepenuhnya diserahkan OPD terkait mengenai tingkat kebutuhan.

Misalnya sesuai dengan keahlian masing-masing. Ataupun dengan proses fit and proper test, untuk melihat track record. Misalnya dari 30 karyawan hanya dibutuhkan separo sudah menjadi ranah pemkab setempat.

”Intinya kami sudah melakukan koordinasi dengan baik. Supaya teman-teman di lapangan tidak gundah gulana. Masih ada harapan,” harapanya.

Sriyono juga memberikan informasi soal aset MKA di TRP Kartini. Selama setahun terakhir mengeluarkan Rp 1 miliar untuk membangun aset. Baik fisik maupun nonfisik. Terkait aset ini sudah dilakukan pendataan.

Supaya kedepan tetap berjalan hubungan baik, pihaknya memohon dapat dikerjasamakan untuk memberikan bantuan dalam hal pelayanan. Contohnya seperti wahana mandi bola, flying fox, dinosaurus, dan 3 dimensi.

”Kaitanya bagi hasil, tentunya persentase berapa kesepakatan dengan Pemkab Rembang,” jelasnya singkat.

Sebelumnya, selama berjalan setahun terakhir banyak pembenahan yang sudah dilakukan. Dari sarplas yang rusak sebelum dipegang PT. MKA sudah dilakukan pembenahan-pembenahan.

Teryata berdampak progress tingkat pengunjung. Peningkatanya cukup baik. Meningkat hampir 200 sampai 250 persen. Namun setelah kontrak habis, mungkin kondisi menyeluruh secara global ada penurunan 20-30 persen.

Demikian dari segmen pedagang Syawalan. Dari  237 stan yang disediakan pendapatan pedagang saat dicek di lapangan hampir merata. Praktis ada keseimbangan, walaupun pengunjung menurun pendapatan pedagang naik.

”Intinya kami sudah berbuat maksimal terhadap pemerintah. Namun apa boleh buat, owner kami sebenarnya ingin terus. Karena sakit terpaksa berhenti dahulu. Untuk aset terdata dengan baik pekan depan kami data sehingga jelas,” tutupnya. 

(ks/noe/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia