Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Nyaleg DPR RI, Mantan Sekretaris Satpol PP Diberhentikan dari ASN

17 Juni 2019, 11: 33: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

Tatang Wahyu, Mantan Sekretaris Satpol PP Grobogan

Tatang Wahyu, Mantan Sekretaris Satpol PP Grobogan (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Gara–gara ikut menjadi calon anggota legislatif DPR RI pada April 2019 lalu, mantan sekretaris Satpol PP Grobogan Tatang Wahyu diberhentikan dari ASN. Tidak hanya diberhentikan yang bersangkutan juga diminta mengembalikan gaji dan tunjangan selama sepuluh bulan.

Besaran uang gaji dan tunjangan dikembalikan ke kas daerah Pemkab Grobogan sebesar Rp 75 juta. Hal itu, karena yang bersangkutan telah diberhentikan sejak bulan Juni 2018 lalu karena tercatat sebagai anggota partai dari Garuda.

Tatang Wahyu terdaftar di Partai Garuda sebagai caleg nomor 4 di Pilkada tahun ini. Dia mendapatkan 528 suara.

”Dana penggantian sudah saya kembalikan ke kas daerah lewat DPPKAD Grobogan. Saya sudah terima surat pemberhentian April lalu tetapi surat pemberhentian jadi ASN dimulai Juni 2018,” kata Tatang Wahyu kemarin.

Sebelum mendapatkan SK dari pemerintah daerah, pihaknya sebelumnya sudah meminta pensiun dini dari ASN satu tahun lalu. Namun, surat pengunduran diri tersebut belum turun. Hingga akhirnya terdaftar sebagai anggota partai dan ikut nyaleg DPR RI lewat partai Garuda daerah pemilihan tiga meliputi Kabupaten Grobogan, Pati, Rembang dan Blora. Dia tercatat sebagai caleg DPR RI partai Garuda Nomor 4.

”Sebelumnya saya sudah pengajuan pengajuan pensiun dini. Tetapi pas pendaftaran belum ada jawaban. Kemudian pada awal April dapat SK pemberhentian dua kali. Diberhentikan pada 31 Oktober 2018 dan Juni 2018,” terang dia.

Usai pensiun dini dari ASN, pria yang mempunyai jenggot dan brewok tebal kini aktif dalam kegiatan usaha wiraswasta berdagang. Tatang dalam karir ASN pernah menjadi Camat Gabus, Tegowanu, Kedungjati, dan Sekretaris Dispendukcapil Grobogan.

”Sekarang santai. Sudah pensiun. Aktivitas sekarang berjualan bersama istri,” ujarnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Grobogan Padma Saputra membenarkan tentang adanya SK pemberhentian ASN atas nama Tatang Wahyu. SK tersebut sudah diberikan kepada yang bersangkutan pada April.

”Surat SK sudah saya berikan. Sebenarnya pak Tatang pensiun pada April 2019. Tetapi kami berhentikan pada Juni 2018 karena bersangkutan sudah terdaftar partai. Maka sebagai konsekuensinya harus kembalikan gaji dan tunjangan yang diterima sampai April 2019,” terang dia.

(ks/mun/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia