Selasa, 19 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Kondisinya Membaik, Bocah 10 Tahun Korban Mercon Bumbung Dipindah

17 Juni 2019, 10: 28: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

Kondisinya Membaik, Bocah 10 Tahun Korban Mercon Bumbung Dipindah

PATI – Moh Khoirul Muhaimin, 10, bocah kelas 4 SD yang terbakar akibat bermain mercon kondisinya berangsur membaik. Sabtu (15/6) malam lalu Khoirul telah dipindahkan ke ruang perawatan anak-anak RSUP dr Kariadi, Semarang. Setelah sebelumnya menghuni ruang ICU khusus anak.

Diberitakan sebelumnya Muhammad Khoirul Muhaimin menjadi viral diberitakan menderita luka bakar serius pada bagian wajah, tangan, serta kaki. Bocah kelas IV SD tersebut, diduga dibakar teman bermainnya pada Kamis (13/6). Namun, setelah ditanyakan kepada pihak keluarga, Khoirul menderita luka bakar akibat bermain mercon bumbung. Luka bakar 10 persen.

Dr M Supriatna SpAk, kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP dr Kariadi mengatakan, Khoirul itu mengalami luka bakar 10 persen dari tubuhnya dan kategori lukanya masuk dalam grade tiga. Sedangkan bagian tubuh yang terluka antara lain tangan kiri, kedua kaki, dan wajah. Bagian wajah inilah dapat dikatakan paling parah, karena luka bakarnya menyeluruh.

BANTU: Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke rumah korban di RT 4/RW I, Desa Karangrejo, Pucakwangi, Pati, baru-baru ini.

BANTU: Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkunjung ke rumah korban di RT 4/RW I, Desa Karangrejo, Pucakwangi, Pati, baru-baru ini. (DINAS SOSIAL KABUPATEN PATI FOR RADAR KUDUS)

Masruin, 45, ayah dari Khoirul mengungkapkan, saat ini kondisi anaknya sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Khoirul sudah mulai bisa bergerak. ”Alhamdulillah kondisi anak saya sudah mulai membaik. Tadi malam dipindahkan ke ruang perawatan ini,” kata Masruin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dirinya berharap, anaknya yang masih duduk di kelas IV SD tersebut bisa segera sembuh. Selain itu, Masruin juga berharap bisa mendapat uluran bantuan untuk meringankan biaya pengobatan anaknya tersebut.

”Sekarang masih normal biaya perawatannya. Sebab BPJS saya baru membuatnya. Dan baru bisa aktif 14 hari setelahnya,” terang Masruin. Dirinya bersyukur, saat ini sudah ada beberapa bantuan yang mengalir. Seperti dari pihak desa tempatnya tinggal di Desa Karangrejo RT 4 RW 1 Kecamatan Pucakwangi. Bantuan didapatkan seperti dari ibu-ibu PKK dan para perangkat desa setempat.

Terpisah, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Sosial Kabupaten Pati Etik Tri Hartanti mengungkapkan, pemerintah sudah berkomitmen akan membantu korban.

”Kemarin di rumah korban, kami bersama PPT Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan kunjungan. Intinya kami mengorek data tentang kejadian sebenarnya. Ya persoalannya karena bermain mercon. Itu kecelakaan bukan disengaja. Kami sudah berbicara dengan keluarga korban dan para saksi yang merupakan teman bermain mercon bumbung korban,” terang Etik.

Tindak lanjut dari kunjungan itu, kata Etik, pihak PPT akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah serta pihak RS Kariadi. ”Koordinasi itu ya terkait dengan bantuan. Kalau bisa ada keringanan. Kami sedang usahakan itu. Keringanan itu misalnya dari biaya yang ditagihkan nanti dibayar berapa persen. Intinya kami berusaha untuk hal itu. Sebab BPJS saat ini juga belum aktif karena baru membuatnya,” imbuh Etik. 

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia