Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Siagakan Petugas 24 Jam, PLTU Rembang Jamin Pasokan Listrik Aman

15 Juni 2019, 10: 56: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

SELALU SIAGA: PLTU Rembang menyiagakan petugas selama 24 jam untuk menjamin pasokan listrik selama Idul Fitri tak terganggu.

SELALU SIAGA: PLTU Rembang menyiagakan petugas selama 24 jam untuk menjamin pasokan listrik selama Idul Fitri tak terganggu. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Bisnis Jasa Operasi dan Pemeliharaan (UBJOM) PLTU Rembang memastikan pasokan listrik selama lebaran aman. Dari dua unit yang dioperasionalkan kondisinya fit. Selain itu, PLTU Rembang juga menyiagakan petugas yang stand by selama 24 jam.

General Manager PT PJB UBJOM PLTU Rembang Ubaedi Susanto didampingi Manajer Keuangan Dan Adminsitrasi Sukarno membenarkan, sejak Pilpres hingga keputusan MK terkait Pemilu, status dari pemerintah menyatakan harus dalam masa siaga. PLTU Rembang memastikan kondisi aman. Termasuk saat Idul Fitri.

”Tidak ada bedanya sebenarnya antara normal dan siaga. Intinya kita tidak boleh gangguan atau ada pemeliharaan hingga shut down suplai listrik,” komitmenya.

Untuk menjamin itu diberlakukan sistem piket kehandalan. Hal ini diberlakukan selama 24 jam secara terus menerus. Termasuk mengedepankan perawatan yang terukur. Lalu yang tidak kalah penting prediksi sebelum ada gangguan.

Makanya ketika ada gangguan setidaknya dapat diulur. Sehingga, sehubungan hal tersebut selalu ada karyawan yang berjaga. Dengan demikian listrik yang dihasilkan benar-benar berkualitas untuk dikonsumsi masyarakat.

”Kita pastikan akan selalu ada petugas yang stand by di unit pembangkit pada pra Idul Fitri, saat Idul Fitri, serta usai Idul Fitri. Sehingga ketika terjadi gangguan, akan dapat diatasi dengan cepat dan cermat,” yakinnya.

Selain menjaga kehandalan pasokan listrik, selama Ramadan PLTU Rembang menggelar berbagai kegiatan kerohanian dan sosial. Kerohanian lewat pengajian dan buka bersama.  Terakhir dilaksanakan tanggal 28 Mei silam dengan mendatangkan ustaz dari Lasem.

”Untuk kegiatan pengajian biasanya kami lakukan seluruh karyawan yang muslim setiap hari usai salat duhur,” katanya.

Selain itu ada kegiatan sosial santunan dari wilayah ring I. Disamping beberapa kegiatan lain yang intens berjalan pemberdayaan. Kemudian sosialisasi terkait HIV/AIDS, serta yang tidak ketinggalan ada capacity building.

Proses meningkatkan kemampuan dan ketrampilan ini terus diberikan. Misalnya warga yang memiliki usaha dibidang peternakan ayam joper. PLTU Rembang memfasilitasi dari sisi sarpras, begitupun yang intens tanaman hidroponik.

(ks/noe/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia