Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Syawalan, Ratusan Ribu Wisatawan Serbu Kota Jepara

15 Juni 2019, 10: 02: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

LIBURAN: Wisatawan memadati obyek wisata pantai Bandengan saat Pekan Syawalan. Kepadatan pengunjung diprediksi kembali terjadi pada liburan sekolah bulan depan.

LIBURAN: Wisatawan memadati obyek wisata pantai Bandengan saat Pekan Syawalan. Kepadatan pengunjung diprediksi kembali terjadi pada liburan sekolah bulan depan. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Pekan Syawalan di Kabupaten Jepara berhasil datangkan wisatawan dari dalam maupaun luar kota. Di obyek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara ada lebih dari 100 ribu pengunjung. Belum lagi wisata alternatif yang dikelola desa maupaun perorangan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza menuturkan, lonjakan wisatawan yang datang ke sejumlah obyek wisata pantai terjadi sejak sepekan lalu. Dalam waktu dekat, diperkirakan akan kembali terjadi lonjakan wisatawan. Yakni pada libur sekolah pergantian tahun pelajaran.

Hingga kemarin, jumlah total melebihi 100 ribu wisatawan yang datang. Mereka antara lain, di Pantai Benteng Portugis ada sekitar 15 ribu wisatawan, Pantai Kartini ada 40 ribu wisatawan, dan Pantai Bandengan mencapai 60 ribu wisatawan. ”Jadi, total lebih 100 ribu wisatawan yang datang ke sejumlah obyek wisata pantai di Jepara. Lonjakan terjadi sejak sepekan lalu," ujarnya.

Peningkatan wisatawan tersebut, salah satunya karena adanya tradisi Pesta Lomban. Menurutnya, tradisi Pesta Lomban ini memang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tradisi ini dilaksanakan tiap tahun sepekan setalah Idulfitri.

”Jumlah wisatawan itu belum obyek wisata yang dikelola desa dan perorangan. Di Jepara masyarakat mampu menangkap peluang potensi wisata. Dari pantauan kami, desa binaan wisata kami seperti Pantai Teluk Awur dan Desa Tempur juga padat,” tuturnya.

Usai Pekan Syawalan, pihaknya memprediksi akan ada lonjakan wisatawan lagi pada liburan sekolah awal bulan depan. Dengan penataan yang dilakukan di obyek wisata yang dikelola, pihaknya optimistis menggaet lebih banyak wisatawan.

”Pantai Bandengan masih ada lanjutan pembangunan fasilitas. Pantai Pungkruk secara bertahap juga proses penyelesaian. Setidaknya fasilitas yang sudah ada bisa menunjang wisata alam yang ada,” tuturnya.

Lonjakan wisatawan ke depan juga diprediksi dengan dampak penggratisan retribusi masuk wisata. Namun, hanya berlaku untuk tiket masuknya. Sementara, untuk fasilitas lain masih tetap dikenakan tarif.

”Penggratisan ini akan berdampak pada sektor lain. Masyarakat yang berjualan di lokasi wisata bakal ikut menikmati penggratisan ini. Sementara masih menunggu evaluasi dari gubernur untuk penerapan program ini,” paparnya. 

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia