Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Kondisi Bocah 10 Tahun Asal Pati Korban Mercon Bumbung Mulai Membaik

15 Juni 2019, 09: 26: 18 WIB | editor : Ali Mustofa

Kondisi Bocah 10 Tahun Asal Pati Korban Mercon Bumbung Mulai Membaik

SEMARANG SELATAN – Muhammad Khoirul Muhaimin, 10, korban terbakar akibat bermain mercon bumbung, saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang Pedriatic Intensif Care Unit (PICU) Anak di RSUP dr Kariadi, Semarang. Warga RT 4/RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Pati, ini, mengalami luka bakar 10 persen.

Dr M Supriatna SpAk, kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP dr Kariadi mengatakan, Khoirul itu mengalami luka bakar 10 persen dari tubuhnya dan kategori lukanya masuk dalam grade tiga. Sedangkan bagian tubuh yang terluka antara lain tangan kiri, kedua kaki, dan wajah. Bagian wajah inilah dapat dikatakan paling parah, karena luka bakarnya menyeluruh.

”Dari hasil penanganan, saat ini yang terganggu ada di bagian pernapasan, karena ada uap panas yang terhirup, sehingga jalan napas dari atas sampai ke bawah menjadi bengkak. Korban mengalami kesulitan dalam bernapas, sehingga perlu dibantu dengan alat pernafasan,” katanya di Gedung Garuda lantai II kemarin.

Supriatna mengaku kondisi Khoirul sejak kali pertama dirujuk ke RSUP Kariadi pada Selasa (4/6) malam sudah mengalami gagal nafas. Untuk itu, dokter melakukan pengamanan jalan nafas dengan cara menghadirkan alat ventilator mekanik untuk membantu pernapasan.

”Tentang pernapasan, dikelola penuh dengan mesin sejak masuk di PICU. Sehingga hari ini ada perkembangan baik, sehingga mesin napas kerjanya berkurang," akunya.

Sedangkan untuk tindakan yang dilakukan merawat secara komprehensif bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu. Misalnya dengan dokter bedah plastik serta DBS mikro biologi infeksi semua terlibat termasuk nutrisi atau gizi dan metabolik. ”Saat ini yang dilakukan adalah pemeriksaan luka, karena luka bakar itu yang utama adalah membersihkan bagian luka, agar tak menjadi infeksi baik yang kecil maupun infeksi yang lebih besar,” jelasnya.

Dalam menangani Muhammad Khoirul Muhaimin, pihak RSUP dr Kariadi membutuhkan tujuh dokter mulai dari dokter spesialis anak, dokter bedah plastik, divisi mikrobiologi hingga nutrisi. Secara umum, proses penyembuhan luka bakar bisa berlangsung dalam tiga minggu jika ditangani dengan baik.

”Namun dalam kasus Khoirul, penanganan bisa lebih lama, karena luka bakar yang dialami terutama di bagian wajah cukup parah,” jelasnya.

Dr Baskoro, kepala Bidang Pelayanan Medik (Kabid Yanmek) RSUP dr Kariadi mengatakan, Khoirul telah menunjukkan sedikit perkembangan setelah sembilan hari menjalani perawatan. Terkait dengan jaminan kesehatan masih diurus oleh pihak keluarga yang dibantu oleh pemerintah.

”Masalah jaminan itu masih diurus oleh pihak keluarga dengan dibantu pemerintah. Bahkan, saat ini belum menggunakan apa-apa. Tapi masalah pelayanan tetap kami optimalkan," katanya.

Salah seorang kerabat keluarga, Irham mengaku tidak ingin memperpanjang kejadian yang tengah menimpa Khoirul. Menurutnya, pihak keluarga saat ini tengah fokus dalam penyembuhan luka yang dialami Khoirul. ”Untuk kasus ini sudah tidak ada masalah. Bahkan keluarga sudah sepakat ini murni lalai saat bermain. Jadi tidak benar kalau dibakar, ini ceroboh saat main," katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya Muhammad Khoirul Muhaimin menjadi viral diberitakan menderita luka bakar serius pada bagian wajah, tangan, serta kaki. Bocah kelas IV SD tersebut, diduga dibakar teman bermainnya. Namun, setelah ditanyakan kepada pihak keluarga, Khoirul menderita luka bakar akibat bermain mercon bumbung. (hid)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia