Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Wabup Safin Siapkan Puskandu Dororejo Jadi Pembenihan Nila Salin

15 Juni 2019, 08: 53: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

CEK TAMBAK: Wakil Bupati Saiful Arifin bersama rombongan melihat lokasi budidaya ikan nila salin di Desa Dororejo, Tayu, kamis (13/6) lalu.

CEK TAMBAK: Wakil Bupati Saiful Arifin bersama rombongan melihat lokasi budidaya ikan nila salin di Desa Dororejo, Tayu, kamis (13/6) lalu. (HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Wakil Bupati Saiful Arifin mendorong adanya Pusat Perikanan Terpadu (Puskandu) Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, bisa menjadi sentra budi daya ikan nila salin. Tak hanya budi daya, tetapi bisa menghasilkan benih yang mencukupi kebutuhan lokal hingga luar daerah.

Hal itu diungkapkannya saat berdiskusi dengan pembudidaya ikan nila salin di Desa Dororejo kamis (13/6) lalu. Dalam kunjungan itu, wakil bupati ditemani kepala Dinas Kelautan dan Perikanan. Kunjungan itu membahas permasalahan apa saja yang kerap dialami para pembudidaya.

Salah satu bahasannya tentang bagaimana cara mengatasi tingginya tingkat kematian ikan nila peralihan. Di mana bibit ikan semula berada di air tawar, harus dipindahkan ke air payau. Selain itu, menetaskan atau membuat benih sendiri yang kemudian dipasarkan serta mencukupi pangsa pasar untuk ikan nila siap konsumsi.

Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati

Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati (HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

”Ikan nila salin saat ini merupakan potensi atau usaha yang cukup bagus untuk dijalankan dan dikembangkan. Oleh karena itu, potensi ini harus dimaksimalkan,” kata Saiful Arifin di sela-sela kunjungan.

Wakil bupati yang akrab disapa Safin ini menambahkan, segala permasalahan budi daya ikan nila salin perlu dipikirkan bersama. Terutama terkait cara mencukupi benihnya dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pati atau bahkan lebih.

Dalam pembudidayaan ikan ini, sudah jelas membutuhkan benih tak sedikit. ”Oleh sebab itu, perlu menggali potensi atau kesempatan yang ada. Pusat Perikanan Terpadu (Puskandu) Desa Dororejo ini, bisa menjadi sentra pembenihan,” imbuh Safin.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, sudah menyiapkan lokasi dengan luas sekitar 700 hektare di desa ini. Harapannya, lokasi ini dapat menjadi tempat pembenihan, tidak hanya pembesaran. Agar dalam penyuplaian benih, tidak mengandalkan dari daerah lain.

Bisri, ketua kelompok tani pembudidaya ikan nila salin Desa Dororejo mengungkapkan, untuk saat ini hambatan atau kesulitan para petani pembudidaya adalah proses mengubah bibit nila air tawar ke air payau. ”Dalam proses pengubahan tersebut tak sedikit ikan atau bibit yang mati,” kata Bisri.

Pihaknya selaku petani bersama pemerintah daerah saat ini sedang membahas dan memikirkan ke depan, agar dapat membuat atau menghasilkan bibit ikan nila salin air payau. ”Harapannya bisa mempermudah petani. Sehingga bisa mengurangi tingkat kematian ikan dalam proses pembesaran,” imbuhnya.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia