Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Jadi Jalur Darurat, Jembatan Lama Tanggulangin Dipertahankan

14 Juni 2019, 16: 22: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

MENUNGGU KEPUTUSAN PUSAT: Bangunan Jembatan lama Tanggulangin Jati Kudus akan dirubuhkan ataupun tidak menunggu aturan dari pusat.

MENUNGGU KEPUTUSAN PUSAT: Bangunan Jembatan lama Tanggulangin Jati Kudus akan dirubuhkan ataupun tidak menunggu aturan dari pusat. (DONNY SETYAWAN / RADAR KUDUS)

Share this      

JATI Pemerintah Kabupaten Kudus masih berupaya mempertahankan keberadaan bangunan Jembatan Tanggulangin A. Upaya itu ditunjukan oleh pihak Pemkab memperjuangakan surat edaran yang ditujukan kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sekda Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jembatan Tanggulangin A masih diupayakan untuk dipertahankan. Itu dilihat dari sisi sejarahnya, pasalnya jembatan itu termasuk benda cagar budaya.

”Kontruksinya sangat khusus. Di Indonesia yang masih tersisa hanya di Tanggulangin salah satunya,” katanya.

Sam’ani menambahkan surat perhomonan yang isinya menyangkut masalah nasib Jembatan Tanggulangin A, hingga detik ini masih diperjuangkan pihak Pemkab. Upaya itu dilakukan dengan baik melalui cara normatif hingga tahapan pelobian.

”Akan tetapi semua keputusan ditangan Kementrian PUPR, daerah hanya mengupayakan jembatan itu agar dipertahankan,” ungkapnya.

Jembatan yang dibangun pada 1968 itu keberadaanya masih bisa digunakan saat terjadi problem di Jembatan Tanggulangin C maupun B. Sehingga tak terjadi conntra flow  di sekitaran Tanggulangin. Masyarakat bisa memanfaatkan jembatan yang lama untuk akses menuju hutan Tanggulangin, maupun SPBU atau Pura.

Bahkan kedepannya jembatan bisa digunakan sebagai sarana kegiatan publik. Seperti acara kebudayaan yang di gelar di atas Jembatan Tanggulangin A. Yang menawarkan sensasi berkegiatan di atas sungai Wulan.

”Hingga saat ini belum ada balasan dari Kementrian PUPR. Namun dengan banyak pertimbangan semoga jembatan bisa dipertahankan,” ungkapanya.

Terpisah Bupati Kudus M Tamzil mengatakan, pihaknya ingin mempertahankan keberadaan jembatan itu. Alasan Tamzil memilih mempertahankan bangunan yang didirikan pada 1968 itu, karena sebagai bangunan cagar budaya. Serta bisa dimanfaatkan sebagai jalur darurat.

”Surat edaran kepada Kementerian PUPR masih kami perjuangan, untuk mempertahankan jembatan tersebut,” katanya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia