Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Warga Keluhkan Halte Rusak di Blaru, Begini Penampakannya

14 Juni 2019, 15: 49: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

RUSAK: Seorang warga menunggu bus berhenti di halte jalan Purwodadi-Sukolilo turut Desa Blaru, Kecamatan Kota kemarin.

RUSAK: Seorang warga menunggu bus berhenti di halte jalan Purwodadi-Sukolilo turut Desa Blaru, Kecamatan Kota kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Sebuah halte di Jalan Purwodadi-Sukolilo Desa Blaru, Kecamatan Kota diketahui dalam kondisi rusak. Kerusakan itu terjadi sejak kurang lebih setahun terakhir. Tingkat kerusakannya cukup parah. Hingga membuat para penumpang yang menunggu kedatangan bus khawatir.

Kerusakan itu seperti yang terjadi pada lantai trotoar tersebut. Keramik putih yang terpasang di trotoar tersebut sudah pecah-pecah. Selain pecah, kondisi lantainya juga sudah tidak rata lagi.

Tidak hanya pecah-pecah, lantai halte tersebut bahkan sampai ditumbuhi rumput-rumput liar. Halte berkesan menjadi bangunan liar dan mangkrak. Kondisi itu dikeluhkan warga sekitar, yang biasa menggunakan fasilitas halte untuk menunggu kedatangan bus.

”Kalau hujan membahayakan. Lantainya licin. Bisa bikin orang jatuh,” kata Wakijan, 55, warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Halte tersebut, kata Wakijan, masih sangat ramai. Masyarakat banyak yang memanfaatkan fasilitas itu meskipun keadaannya memprihatinkan. Biasanya halte tersebut ramai saat pagi dan sore hari. Dengan tujuan ke Kayen hingga Sukolilo dan Purwodadi. Kebanyakan mereka adalah pedagang pasar.

”Kondisinya sangat tidak layak. Dilihat juga tak enak di pandangan. Selain itu juga membahayakan. Lantainya dipasang keramik putih polos. Kalau saat hujan banyak yang terpeleset. Ya mohon lah diperbaiki. Ini fasilitas publik yang banyak dimanfaatkan warga dalam peruntukannya,” terang Wakijan.

Karena kondisi itu, lanjut Wakijan, beberapa orang kadang enggan menggunakan fasilitas halte tersebut. Mereka lebih memilih menunggu bus di depan halte. Bukan di dalamnya. ”Saya pernah lihat ada sepertinya orang-orang dinas yang pernah meninjau. Tapi kok belum diperbaiki juga,” herannya melihat kondisi tersebut.

Sofiah, 46, warga lain juga sependapat dengan Wakijan. Dia yang biasa naik bus tersebut mengaku merasa prihatin atas kondisi halte tersebut. ”Seharusnya cepat diperbaiki. Halte dengan kondisi semacam itu membuat kesan menjadi kumuh,” papar perempuan yang biasa naik bus dari halte tersebut, saat menuju ke daerah Kayen.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Joko Susanto hingga berita ini ditulis, saat dikonfirmasi terkait hal itu belum merespon.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia