Selasa, 19 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Demi Sesaji Kepala Kerbau, Nelayan Rela Ceburkan Diri ke Laut

13 Juni 2019, 15: 33: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

REBUTAN: Kepala nelayan berdesakan merangsek dekati kapal pembawa kepala kerbau yang dilarung pada pesta lomban kemarin. Nelayan ceburkan diri untuk rebutkan sesaji yang dilarung bersama kepala kerbau.

REBUTAN: Kepala nelayan berdesakan merangsek dekati kapal pembawa kepala kerbau yang dilarung pada pesta lomban kemarin. Nelayan ceburkan diri untuk rebutkan sesaji yang dilarung bersama kepala kerbau. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Larungan kepala kerbau pada Pesta Lomban di perairan Jepara kemarin berlangsung meriah kemarin. Kapal-kapal nelayan saling mendahului supaya lebih dekat dengan kapal pembawa kepala kerbau. Usai dilarung di tengah laut, nelayan di masing-masing kapal ceburkan diri untuk berebut sesaji dan hasil bumi yang ikut dilarung bersama kepala kerbau.

Peluit peringatan dari perahu tim keamanan menertibkan kapal-kapal nelayan yang semakin berdesakan saat pelarungan. Antara kapal dengan kapasitas di bawah dan diatas 10 GT sempat bertabarakan satu sama lain.

Ada puluhan kapal yang terlibat perebutan momen pelarungan kepala kerbau. Sementara kapal lain menyaksikan prosesi sambil mengelilingi proses larungan. Setelah ditertibkan, kapal mulai mundur perlahan.

Suasana kembali kondusif. Sementara nelayan yang menceburkan diri masih terlibat rebutan hasil bumi dan sesaji yang diyakini membawa berkah.  Nelayan lain yang ada di atas kapal mengambil air laut menggunakan ember yang dikaitkan dengan seutas tali untuk memandikan kapal. Hal ini dilakukan nelayan sebagai ritual rasa syukur atas hasil tangkapan ikan dan keselamatan selama melaut.

Pemberangkatan larungan dimulai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu. Kapal utama pembawa kepala kerbau yang ditumpangi Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi dan jajaran forkopimda bersandar di dermaga TPI. Sementara seratusan kapal nelayan lain sudah menunggu di tengah laut.

Setelah diberangkatkan, kapal yang sebelumnya sudah menunggu mengikuti kapal utama pembawa kepala kerbau. Di tengah laut, prosesi larungan dilaksanakan. Setelah selesai, dilanjutkan berlabuh ke dermaga Pantai Kartini.

Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi mengatakan pesta lomban adalah tradisi pelarungan kepala kerbau di tengah laut yang dilaksanakan sepekan setelah Idul Fitri. Ini dimaksudkan sebagai wujud syukur nelayan yang telah mendapat keberkahan laut selama setahun terakhir.

"Iya, ini merupakan wujud syukur para nelayan atas keberkahan yang diberikan Tuhan di laut," paparnya.

Tahun ini, ada sekitar 170 lebih kapal nelayan yang ikut mengiringi prosesi pelarungan kepala kerbau. Terdiri dari 1.500 orang yang ikut. Semua sudah dibekali dan diberi pengamanan selama perjalanan ke laut.

Dian menambahkan, tradisi yang lahir dari masyarakat tersebut kini telah menjadi destinasi wisata. "Pemkab ikut melakukan pengelolaan, tradisi Pesta Lomban ini menjadi destinasi wisata," tuturnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia