Selasa, 19 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Tak Bisa Jalan 20 Tahun, Tarjani Terima Bantuan RTLH Pemprov Jateng

13 Juni 2019, 11: 52: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

BERI BANTUAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan renovasi RTLH kepada Tarjadi (69) warga Desa Salit, Pekalongan kemarin.  

BERI BANTUAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan renovasi RTLH kepada Tarjadi (69) warga Desa Salit, Pekalongan kemarin.   (ISTIMEWA)

Share this      

PEKALONGAN – Hadiri tradisi syawalan di Kota Pekalongan, Gubernur Ganjar juga menyerahkan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada Tarjani (69) warga Desa Salit Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Meski berdiri di tanah milik desa, Ganjar tidak mempersoalkan. Terpenting warganya memiliki rumah layak sebagai salah satu penunjang hidup sehat.

"Nanti ibu kepala desa yang menyelesaikan persoalan administrasi. Untuk pembangunannya, nanti masyarakat sini siap gotong royong. Sehingga kelak tidak ada masalah karena semua telah diperjanjikan. Tadi Pak Tarjani juga sudah mengetahui status tanah ini dan bersedia menerima perjanjian itu," katanya.

Tarjani sendiri, sudah 20 tahun meringkuk menahan sakit di persendian kakinya. Dia tidak bisa berjalan, geraknya hanya terbatas di dalam rumah gedek atau anyaman bambu berukuran 4 x 7 m. Pada masa mudanya sampai sebelum didera penyakit yang dia tidak tahu musababnya itu, Tarjani menjalani profesi sebagai buruh tani. Dengan penghasilan tidak menentu dia harus menghidupi seorang istri dan tiga anaknya. "Awalnya dulu ketika nyangkul di sawah, kaki ini terasa sakit. Ketika sorenya pulang, begitu sampai rumah semakin sakit dan saya terjatuh," kata Tarjani, Rabu (12/6).

Begitu terjatuh di rumah, lanjut Tarjani, kakinya tidak mampu dijadikan pijakan. Dan sejak saat itu, dia tidak bisa berjalan dan hanya berbaring di tempat tidur. Baru beberapa tahun ini dirinya menerima kursi roda yang dia manfaatkan untuk bergerak meskipun terbatas di dalam rumah. "Kelelahan bekerja di sawah, terus di rumah jatuh tidak bisa bangun sampai sekarang. Sudah periksa di puskesmas, tapi belum sembuh," katanya.

Ternyata derita yang dialami Tarjani tak cukup di situ. Rumah yang dia diami selama ini ternyata berdiri bukan di atas tanah miliknya, namun bondo deso atau tanah milik desa. Rumahnya pun sangat sederhana, hanya terdiri satu kamar tidur, ruang tamu dan dapur. Sebagian besar dindingnya pun terbuat dari gedek atau anyaman bambu.

Kondisi Tarjani tersebut akhirnya sampai di telinga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat aduan masyarakat. Setelah berkunjung di kediaman Habib Luthfi dan meninjau jalan perbatasan antara Kota dan Kabupaten Pekalongan, Ganjar segera meluncur menengok kondisi Tarjani dan memberikan bantuan sembako. "Mudah-mudahan ini bisa diselesaikan. Pak Bupati bantu, Ibu Kades juga bantu. Bantuan kami tidak banyak, tapi mudah-mudahan bisa meningkatkan kepedulian masyarakat, meningkatkan gotong royong tetangga. Semoga bisa menjadi barokah syawalan," kata Ganjar. (lhr/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia