Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Habiskan 10 Kuintal Beras Ketan, Lopis Raksasa Meriahkan Syawalan

13 Juni 2019, 11: 32: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

NIKMAT: Gubernur Ganjar Pranowo mengiris lopis raksasa di TPQ Miftakhul Ulum Pekalongan kemarin.

NIKMAT: Gubernur Ganjar Pranowo mengiris lopis raksasa di TPQ Miftakhul Ulum Pekalongan kemarin. (HUMAS JATENG FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PEKALONGAN - Tradisi Syawalan di Kelurahan Krapyak, Pekalongan menarik wisatawan. Tak terkecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tradisi syawalan bertajuk Jawa Balon Festival ini juga memamerkan lopis raksasa. Gubernur Ganjar juga mengiris lopis raksasa tersebut. Ganjar mencicipi lopis dengan tinggi 200 sentimeter, berat 1.600 kilogram, dan berdiameter 250 sentimeter yang diletakkan di depan Taman Pendidikan Alquran Miftakhul Ulum Krapyak Lor Gang 8 Kelurahan Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, kemarin. "Saya tidak bisa membayangkan bagaimana makan lopis raksasa. Sing mangan piye. Ternyata, rasane enak sekali. Apalagi dicocol dengan parutan kelapa muda," katanya.

Menurut panitia syawalan Ahmad Timbul, dua lopis raksasa itu menghabiskan 10 kuintal beras ketan. Proses memasaknya membutuhkan waktu tiga hari. Setelah beras ketan matang, kemudian ditumbuk dan dimasukkan ke dandang raksasa dan dimasak lagi dari pukul 06.00-16.00. Agar bentuk lopis yang menyerupai bedug raksasa tidak berubah, lopis dikemas dengan daun pisang dan potongan bambu kemudian diikat. "Dua lopis raksasa itu kami berikan kepada pengunjung atau warga di luar Krapyak dengan harapan, semua mendapatkan keberkahan," katanya.

Sementara itu menurut Ganjar, lopis raksasa dari beras ketan itu memiliki makna filosofis tentang sedekah, kegotongroyongan, keakraban, dan keguyuban di tengah kampung yang bisa melupakan perbedaan pilihan pada Pemilu lalu. Mereka tidak lagi berpikir kemarin memilih siapa, tetapi kembali dalam satu, yakni kerukunan.

"Ini kreativitas yang bisa menjadi tontonan dan bisa menarik wisatawan mancanegara. Indonesia bisa menjadi contoh. Membuat lopis, tapi masyarakat memberikannya ikhlas untuk dinikmati warga di luar Krapyak. Tahun depan bisa dikemas kembali. Menjadi satu paket dengan festival balon. Nanti yang memotong lopisnya jangan wali kota atau gubernur, tetapi turis mancanegara yang datang," pesan Ganjar kepada Wali Kota Pekalongan Mochammad Saelany Machfudz, Wakil Wali Kota Achmad Afzan Arslan dan ribuan warga yang hadir. (lhr/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia