Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Mubarokfood Tambah Koleksi Baru di Museum Jenang

12 Juni 2019, 16: 51: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

TAMBAH KOLEKSI : Direktur utama Mubarokfood Muhammad Hilmy sedang meninjau lokasi pembangunan ornamen baru di Gusjigan X- Building pada (3/6) lalu.

TAMBAH KOLEKSI : Direktur utama Mubarokfood Muhammad Hilmy sedang meninjau lokasi pembangunan ornamen baru di Gusjigan X- Building pada (3/6) lalu. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA / RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Mubarokfood melakukan soft opening ornamen baru di Museum Jenang pada (3/6) lalu. Ornamen itu diharapkan bisa menjadi wisata edukasi untuk masyarakat.

Di lahan seluas 200 meter persegi itu berdiri beberapa ornamen. Diantaranya miniatur Omah Kapal berukuran 12 meter× 3,5 meter dengan tinggi 6,5 meter. Terdapat pula Omah Kembar dan Jembatan Nitisemito. Ada juga patung Relief 3D Nitisemito beserta koleksi barang kunonya. Didirikan juga ruang Perpustakaan Sosrokartono. Koleksi semakin lengkap, lantaran akan dibangunkan replika stasiun kereta api Kudus.

”Semua progres pengerjaan baru mencapai 35 persen,” ungkap Muhammad Hilmy Direktur utama Mubarokfood.

Muhammad Hilmy mengatakan, sengaja memadukan bisnis dengan nilai budaya di Museum Jenang. Baik itu budaya islam maupun budaya lokal. Tujuannya untuk memberi warna di Kudus.

Hilmy menjelaskan, pembangunan ornamen baru di Museum Jenang sudah mencapai tahap 50 persen. Ditargetkan pembangunan akan selesai pada pertengan Desember ini.

”Bulan depan ornamen Omah Kapal sudah bisa dinikmati pengunjung,” katanya.

Penambahan ornamen baru di Museum Jenang ditujukan kepada pemudik. Supaya memberi kesan kangen dengan Kota Kretek. Hari ini pengunjung bisa menikmati pembangunan Omah Kapal tersebut. Pihak Mubarokfood  membuka ornamen itu meskipun belum selesai dibangun. ”Biar pengunjung tahu kalau museum ini akan ada ornamen baru,” katanya. Helmy menyatakan tahun depan pengunjung bisa menikmati ornamen tersebut secara utuh.

Sementara itu tim Kurator musium Panji Hanief Gumilang mengatakan, ke depan Museum Jenang akan menyeritakan sejarah Jenang hingga menjadi perekonomian masyarakat Kota Kudus. Namun saat ini perkembangan itu berubah seiring berjalannya waktu. Saat ini museum itu mengangkat nilai filosofi Bagus Ngaji Pinter Dagang (Gusjigang).

Dalam satu buiding akan ditambahkan ornamen tentang Gusjigang. Yang pertama Bagus akhlaknya ditambahkan koleksi Asmahul Husna. Kemudian Pinter mengajinya pihak Mubarokfood akan mengoleksi musaf alquran kuno dari penyebaran islam di Indonesia. Diharapkan generasi muda mengetahui sejarah tersebut. Sedangkan untuk konsep berdagannya akan ditambahkan sosok Nitisemito sebagai raja kretek di Kudus.

”Sosok Nitisemito cocok sekali untuk anak muda sekarang. Pasalnya Nitisemito pantang menyerah  menjalankan usahanya itu,” katanya.

Ke depan Mubarokfood akan menambahkan ruangan Triologi Ukhuwah atau Jadilah perekat umat. Yang didalamnya diisi dengan biografi para pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Serta ditambahkan biografi Ketum dan Ro’is Syuriah PBNU Jakarta dari masa ke masa. Tak luput pula Ketum Muhammadiyah dari tahun per tahun juga ditambahkan. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia