Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Replika Pernik Laut Iringi Arakan Kerbau Berlangsung Meriah

12 Juni 2019, 16: 25: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

RAMAI: Para pemuda Kelurahan Ujungbatu meramaikan arak-arakan kerbau dengan replika khas laut dan alunan musik.

RAMAI: Para pemuda Kelurahan Ujungbatu meramaikan arak-arakan kerbau dengan replika khas laut dan alunan musik. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Arak-arakan kerbau dari TPI Ujungbatu menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jobokuto dilaksanakan pagi kemarin. Digelarnya arak-arakan atau kirab kerbau ini menjadi tanda dimulainya rangkaian Pesta Lomban atau pestanya masyarakat pesisir Jepara.

Tahun ini menjadi kali keempat digelar arak-arakan kerbau. Pelaksanaannya makin meriah. Selain menempatkan kerbau di barisan pertama, ada pula iring-iringan salawat terbang telon asal Jobokuto. Di belakangnya berbagai replika khas laut di tampilkan. Di antaranya kapal nelayan dengan belasan nelayan yang mengiringinya hingga replika berbagai hewan laut. Di barisan terakhir, ada alunan musik tradisional dari grup Sejada Ujungbatu.

Di sepanjang jalan, masyarakat antusias menunggu arak-arakan yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB tersebut. Saat arak-arakan lewat, mereka berebut mengabadikan baik melalui foto dan video. Ada pula yang turut mengikuti sampai ke tempat penyembelihan di RPH Jobokuto.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, ada banyak tradisi pesta rakyat di Kota Ukir. Salah satunya Pesta Lomban. ”Ini merupakan perwujudan syukur masyarakat nelayan, karena selama satu tahun penuh mendapatkan hasil laut yang melimpah ruah,” katanya.

Masyarakat Jepara menyebut lomban ini dari kata “lomba-lomba” yang berarti masyarakat nelayan pada masa itu bersenang-senang dengan menggelar lomba laut. Sebagaimana saat ini yang masih terus digelar. Namun sebagian lainnya mengatakan bahwa kata Lomban berasal dari “Lelumban” atau bersenang-senang. Intinya sama yakni merayakan hari raya dengan bersenang-senang setelah berpuasa satu bulan penuh.

Andi menyatakan, gelaran Pesta Lomban dipastikan menyedot perhatian banyak orang. Mulai dari masyarakat pesisir Jepara sendiri sampai wisatawan luar daerah.

Karena itulah pihaknya meminta pada petugas kepolisian untuk melakukan pengamanan yang maksimal. ”Keamanan harus diperhatikan, terutama cuaca. Di sisi lain, aktivitas masyarakat pesisir di luar area kota Jepara juga harus diperhatikan. Misalnya para nelayan dari wilayah Mlonggo yang biasnaya juga ikut larungan,” jelasnya.

Andi berharap, Pesta Lomban ini akan membawa berkah bagi smeua pihak. ”Karena akan menyedot wisatawan dari berbagai daerah maka akan membawa berkah bagi masyarakat Jepara khususnya para pelaku wisata,” imbuhnya. 

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia