Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Tahun Ini Arak-arakan Gunungan Syawalan di Taman Kartini Sepi

12 Juni 2019, 16: 17: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

SYAWALAN: Arak-arakan gunungan kupat dilakukan dari kantor Setda Rembang ke TRP Kartini kemarin.

SYAWALAN: Arak-arakan gunungan kupat dilakukan dari kantor Setda Rembang ke TRP Kartini kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG – Gempita Gebyar Syawalan di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini tahun ini dinilai tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal itu setidaknya tampak dalam seremonial opening Gebyar Syawalan yang gelar kemarin.

Diungkapkan Bupati Rembang Abdul Hafidz pada penyelenggaraan sebelumnya, masyarakat Rembang dan sekitarnya selama 10 hari berjubel di gelaran Gebyar Syawalan. Namun dalam agenda yang sama tahun ini antusiasme masyarakat menurun.

”Dari sisi kunjungannya urutan kedua. Pamornya kalah dari Karangjahe. Untuk pengelola Taman Kartini ini, bagaimana aset Pemkab harus nomor satu. Saya terima kasih kepada para pedagang yang berpartisipasi meskipun waktunya sebentar,” ungkap bupati yang juga bertindak sebagai pembuka agenda tersebut.

Gebyar Syawalan diawali dengan arak-arakan pawai gunungan kupat (ketupat) dan lepet dengan diiringi musik Thong-Thong Klek dari depan kantor Setda Rembang menuju TRP Kartini. Petugas pengiring musik yakni pemenang Thong-Thong Lek yang digelar belum lama ini. Yaitu Wangsit Gumelar asuhan Dalang Sigid Ariyanto.

Setelah serangkaian sambutan, Bupati mengambil kupat dan lepet dari gunungan yang kemudian dibagikan kepada Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto dan kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang hadir. Dilanjutkan pemotongan pita dan pecah kendi dan peninjauan lokasi.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Dwi Purwanto mengatakan digelarnya pesta syawalan untuk melestarikan budaya dan tradisi tahunan pada bulan Syawal. Selain itu juga memberikan sarana hiburan bagi masyarakat sekaligus merayakan lebaran secara massal dan meningkatkan arus kunjungan wisatawan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Dwi Purwanto menambahkan dalam kegiatan gebyar syawalan yang digelar selama 10 hari mulai 5-14 Juni pihak panitia menyediakan 36 kapling yang ditempatkan di depan kantor Sekretariat Daerah (Setda) Rembang di Jalan Diponegoro dan di halaman parkir serta di dalam TRP Kartini.

“Jumlah kapling sebanyak 36 kapling dan terjual 36 kapling. Pedagang sebagian berasal dari Kabupaten Rembang dan sebagian dari luar Rembang. Dengan jenis dagangan berupa gerabah, souvenir, kuliner, oleh-oleh, baju, sepatu, sandal, boneka, mainan anak-anak, asesories dan lain-lain,” terangnya.

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia