Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Pasca-Lebaran, Permintaan SKCK di Polres Jepara Membludak

12 Juni 2019, 16: 10: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANI: Petugas dari Polres Jepara melakukan pelayanan pembuatan SKCK pagi kemarin.

LAYANI: Petugas dari Polres Jepara melakukan pelayanan pembuatan SKCK pagi kemarin. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA - Usai libur Lebaran, pelayanan di berbagai instansi kembali dibuka. Salah satunya pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Jepara. Selama dua hari ini Senin (10/6) hingga kemarin ratusan masyarakat mengajukan permohonan pembuatan SKCK. Banyak pula pemohon yang yang pemohon yang rela datang pukul 06.00 agar bisa mendapatkan layanan tersebut. Tujuannya agar memperoleh antrean awal dan bisa segera menuntaskan SKCKnya.

Sebagaimana tampak siang kemarin, puluhan pemohon SKCK mengantre. Ada yang mengantre untuk pembuatan sidik jari dan ada juga yang langsung mengajukan pembuatan SKCK.

Salah satu pemohon SKCK, Muhammad Sihabuddin, 18, mengatakan, dia dan temannya datang ke Polres Jepara pukul 06.00 WIB. Saat itu pelayanan belum dibuka namun mereka sengaja datang pagi-pagi agar bisa mendapatkan pelayanan awal.

Lantaran belum memiliki sidik jari, mereka harus melewati proses rekam sidik jari terlebih dahulu, baru pencetakan SKCK. "Selesai semua proses sekitar pukul 11.0 0 WIB," katanya.

Pemohon lainnya, Umi Latifah mengatakan, pada hari sebelumnya yakni Senin (10/6) dia sudah datang ke Polres Jepara. Namun saat itu antrean untuk pembuatan sidik jari sudah habis. Akhirnya dia kembali datang ke Polres Jepara pagi kemarin. "Saya datang pukul 06.00 WIB supaya tidak kehabisan antrean lagi," ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Jepara melalui Kaurmintu Sat Intelkam Polres Jepara Darwanto mengatakan, dua hari terakhir antrean SKCK di Polres Jepara cukup padat. Hal ini lantaran pelayanan sempat libur beberapa hari dan baru dibuka Senin (10/11). "Sebelumnya libur Lebaran dan baru buka dua hari ini sehingga cukup ramai," terangnya.

Meski begitu, Darwanto menyatakan, banyaknya pemohon SKCK ini masih relatif normal dan masih kalah dengan saat adanya momen-momen tertentu. Misal CPNS dan masa pencalegan kan. "Biasanya kalau ada pemberkasan CPNS lebih ramai lagi," tuturnya.

Setiap harinya, pihaknya membuka layanan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Dalam satu hari hanya dibuka 200 antrean untuk sidik jari. Hal ini dikarenakan proses perekaman sidik jari yang juga cukup lama. "Dibatasi supaya bisa tuntas semuanya," jelasnya.

Senin kemarin, tercatat ada 39 SKCK tercetak. Sementara kemarin sampai pukul 12.00 WIB sudah tercetak 31 SKCK. "Sampai waktu penutupan diperkirakan ada sekitar 50 SKCK yang tercetak," tuturnya.

Saat ini layanan pembuatan sidik jari dan SKCK juga lebih mudah karena dilayani dalam satu tempat yang sama atau terpadu. "Ruangan lebih luas dan lebih representatif dibandingkan dulu. Dilengkapi pula dengan toilet hingga ruang laktasi," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan kemarin, banyak nya pemohon layanan tidak hanya terjadi pada layanan SKCK. Di tempat layanan SIM juga terlihat kepadatan pemohon.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia