Selasa, 19 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Antisipasi Lonjakan Pasien, Rumah sakit di Kudus Tambah Bad IGD

11 Juni 2019, 17: 26: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

TAMBAHAN BAD: Berjajar rapi bad tambahan di depan IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, sebagai antisipasi lonjakan pasien kemarin.

TAMBAHAN BAD: Berjajar rapi bad tambahan di depan IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, sebagai antisipasi lonjakan pasien kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JATI – Rumah sakit di Kudus selama lebaran memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya penambahan bad instalasi unit gawat darurat (IGD) untuk mengantisipasi lonjakan pasien pascalebaran.

Seperti yang dilakukan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, ada tambahan bad atau ranjang tempat tidur di IGD sampai enam unit. Hal ini disampaikan Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi dokter Aziz Achyar, disediakan 27 Bad IGD sudah termasuk tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien pascalebaran.

”Pengalaman tahun-tahun sebelumnya pascalebaran ada peningkatan pasien. Maka kami siapkan dari sekarang. Pelayanan kesehatan itu paling utama, jangan sampai pasien kecewa dengan pelayanan kami,” ungkapnya.

Untuk tambahan bad diletakkan depan ruang IGD, Aziz mengaku, enam bad tambahan diperkiran cukup. Jika kurang, nanti melebihi sudah ada bad cadangan.

Sama halnya yang di lakukan rumah sakit (RS) Mardi Rahayu siap memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien selama libur Lebaran hingga pasca. Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dokter  Pujianto, memastikan pelayanan 24 jam seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD).

”Kami melakukan pembenahan kapasitas IGD sebanyak lima bad sehingga IGD mampu menampung minimal 26 pasien sekaligus, dan menambah kapasitas ruang pendaftaran IGD,” ungkapnya.

Pujianto mengatakan, penambahan kapasitas tersebut akan mempercepat pelayanan IGD. Terutama saat terjadi penambahan jumlah pasien seperti pada masa libur lebaran. Jangan lupa bahwa pasien gawat darurat dapat langsung ke IGD tanpa surat rujukan.

”Apalagi pascalebaran, biasanya pasien mengalami peningkatan. Tiap tahun kami selalu ada penambahan bad, sebagai antisipasi pasien. IGD juga ada dokter jaga, yang stand by 24 jam,” imbuhnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia