Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Tersangka Pembobol ATM Asal Srilanka Dilimpahkan ke Kejaksaan

11 Juni 2019, 17: 14: 09 WIB | editor : Ali Mustofa

Tersangka Pembobol ATM Asal Srilanka Dilimpahkan ke Kejaksaan

JEKULO – Polres Kudus telah melimpahkan berkas tersangka kasus ilegal akses ke kejaksaan. Hal ini menyusul telah selesainya pemeriksaan tahap dua yang dilakukan oleh tim Satuan Reskrim Polres Kudus.

”Tersangka dan barang bukti sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

Diketahui, Satreskrim Polres Kudus berhasil meringkus satu orang warga Srilanka atas nama Rasaiah, 31, selaku pembobol data Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada 5 April 2019 lalu. Tersangka ditangkap saat sedang berada di Alun-alun Simpang Tujuh.

Dari tangan pelaku, Polres Kudus berhasil mengamankan 26 kartu ATM dari berbagai jenis bank. 3 kartu master yang digunakan untuk membobol data nasabah yang ada di mesin ATM incaran juga berhasil diamankan.

Selain kartu, 2 telepon genggam juga berhasil diamankan. Telepon genggam tersebut digunakan untuk menghubungi rekan kerjanya atas nama Shami Wiya yang hingga kini masih buron. Shami sendiri berperan mengirimkan kode PIN kepada tersangka. Shami juga menyuplai dana Rp 3 juta pada tersangka sebagai biaya operasional selama aksi.

Menurut Rismanto, tersangka (Rasaiah) adalah orang lapangan yang memang ditugaskan untuk membobol data ATM. Yang kemudian data akan dikirimkan pada rekannya Shami yang juga merupakan warga Srilanka yang berdomisil di Malaysia.

”Tersangka datang dari Srilanka menggunakan kartu perlindungan pengungsi, atau UNHCR dan sudah 7 tahun menetap di Jakarta, Indonesia” katanya

Kejahatan skimming ini di Kudus sendiri baru pertama ini terjadi. Oleh karena itu pihaknya akan terus mendalami kasus ini.

Sebelum ditangkap, Rasaiah dilaporkan salah seorang saksi karena terlalu lama di dalam mesin ATM salah satu bank di Desa Gulang. Gerak gerik Rasaiah yang mencurigakan juga menjadi alasan kuat saksi untuk melapor.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan pengejaran. Rasaiah berhasil diringkus di alun-alun dan langsung digelandang di Polres Kudus. Atas perbuatannya, Rasaiah akan diancam pidana dengan pasal 46 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 30 ayat 1 atau ayat 2 UU no. 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

”Dengan ancaman Hukuman 7 tahun penjara dan denda maksimal Rp 700 juta,” katanya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia