Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Disbudpar Kudus Kesulitan Cari Arkeolog Cagar Budaya

10 Juni 2019, 21: 51: 32 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSIHKAN KOLEKSI: Petugas Museum Pati Ayam terlihat sedang membersihkan koleksi yang berada di Museum Patiayam beberapa waktu lalu.

BERSIHKAN KOLEKSI: Petugas Museum Pati Ayam terlihat sedang membersihkan koleksi yang berada di Museum Patiayam beberapa waktu lalu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kesulitan menjadi arkeolog yang bisa menjadi Pengelola cagar budaya (PCB). Padahal Arkelog yang andal menjadi syarat dari kementerian.

Plt Disbudpar Kudus Kasmudi melalui Kasi Kebudayaan Sutiyono kesulitan mencari Arkeolog asal Kudus. Bahkan Disbudpar mencoba menjaring sejumlah lulusan dari Universitas di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Meski pengumuman pendaftaran PCB telah disebar, akan tetapi pendaftar yang masuk justru didominasi oleh orang dari luar daerah. ”Kalau yang mengelola cagar budaya putra-putri daerah sendiri pasti hasilnya berbeda daripada dikelola warga luar daerah. Selain memiliki ketertarikan, Arkeolog asal Kudus pasti memiliki pengalaman tersendiri dengan cagar budaya di Kudus,” katanya.

Sutiyono menambahkan, dia sudah konsultasi ke PCB Provinsi Jawa Tengah perihal sulitnya mencari Arkeolog. Sementara itu, pihak PCB Provinsi Jawa Tengah menyarankan untuk menggunakan lulusan yang berkaitan dengan Kebudayaan.

Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 yang menyebutkan bahwa Pengelola Cagar Budaya terbagi ke dalam tiga tim yakni Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Tim Pendaftaran Cagar Budaya (TPCB) dan Tim Penyelamatan dan Pelestarian (TPPCB).

Secara rinci dia menjelaskan, TACB terdiri dari 5 orang dengan latar belakang pendidikan arkeologi, arsitektur, sejarah, dan hukum. Lalu untuk TPCB terdiri dari 11 orang yang berisi lulusan Arkeolog atau disiplin ilmu yang linier dan sisanya dari lulusan SMA/MA. Sedangakan TPPCB dari Bupati Kudus, Forkopimda dan Dinas terkait. Namun dari jumlah ini, Pemkab masih mencari Arkeolog yang berasal dari Kudus. (vga)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia