Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Aturan Larangan Melintas di Jalur Menara Tetap Dilanggar Pengendara

10 Juni 2019, 17: 27: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

NEKAD: Pengendara banyak yang nekad melanggar aturan jalur menara.

NEKAD: Pengendara banyak yang nekad melanggar aturan jalur menara. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS Aturan jalur menara yang diberlakukan sejak Januari tahun lalu hingga kini tak berlaku. Sebab sebagian besar pengendara baik motor maupun mobil masih saja melintas seenaknya tanpa mengikuti petunjuk. Terlebih tidak ada petugas yang memantau lokasi tersebut.

Diketahui, aturan baru kawasan Menara Kudus yang diberlakukan sejak 22 Januari 2018 itu terdapat empat poin aturan. Pertama kendaraan roda empat dari perempatan menara dilarang masuk ke ruas Jalan Menara. Kedua kendaraan roda empat dari pertigaan kelenteng dilarang masuk ke ruas Jalan Madurekso.

Ketiga kendaraan roda empat dan motor dari arah utara dilarang menuju perempatan menara. Kendaraan hanya boleh menuju pertigaan klenteng lewat jalan Madurekso. Terakhir, kendaraan roda empat dari perempatan sucen dilarang masuk ke ruas jalan Menara, kecuali kendaraan penghuni terdaftar.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus nyatanya keempat poin aturan tersebut dilanggar oleh pengendara. Terlebih ketika malam hari. Sejumlah oknum yang memanfaatkan parkir di ruas jalan tersebut membuat kemacetan sulit dihindari. Hal itulah yang sering dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.

Amin, 33, pengendara sepeda motor mengaku tahu terkait pemberlakukan aturan yang telah disebutkan sebelumnya. Namun karena banyak pengendara lain yang melanggar dan tidak ada sanksi, akhirnya ia pun ikut-ikutan.

Siang kemarin ia melaju dari arah utara dan langsung menuju perempatan menara. Seharusnya sesuai aturan, ia tak boleh langsung menuju perempatan menara. Dari arah utara, seharusnya ia hanya boleh menuju pertigaan kelenteng lewat Jalan Madurekso.

”Kalau lewat sini kan lebih cepet, gak perlu muter,” katanya.

Kepala Desa Kauman Rafiqul Hidayat mengatakan setuju dengan aturan yang ada. Namun ia menyayangkan sejumlah oknum masih memanfaatkan ruas jalan tersebut menjadi lahan parkir. Badan jalan yang termakan oleh kendaraan yang parkir selain membuat macet juga terlihat semrawut. ”Itu sangat mengganggu, jadi penyebab macet,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Abdul Halil mengatakan, penertiban jalur di kawasan wisata Menara Kudus memang cukup sulit. Meskipun pihaknya sudah memasang rambu di setiap titik, kesadaran masyarakat Kudus untuk tertib aturan dinilai rendah.

Penurunan personel di lokasi juga tak cukup ampuh untuk mengatasi persoalan ini. Seperti yang pernah dilakukan Dishub, pengendara bisa tertib hanya kalau ada petugas di lokasi. Ketika petugas sudah balik pelanggaran kembali terjadi.

”Petugas kami tidak mungkin stand by 24 jam di lokasi. Personel kami hanya untuk berjaga dan memberi peringatan, terkait penindakan terkait pelanggaran itu kewenangan polisi,” jelasnya.

Usai lebaran, Halil berencana duduk bersama dengan pihak desa dan tokoh masyarakat sekitar untuk membahas terkait solusi terbaik terkait permasalahan ini. ”Nanti akan kami koordinasikan biar bisa dicari solusi terbaiknya,” tandasnya. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia