Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Gara-gara Ini Pengerjaan Normalisasi Sungai Juwana Ditunda

09 Juni 2019, 14: 29: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

TRADISI TAHUNAN: Warga berlomba mengejar itik di Sungai Juwana sebagai salah satu rangkaian sedekah laut. Adanya kegiatan itu, membuat normalisasi sungai diundur.

TRADISI TAHUNAN: Warga berlomba mengejar itik di Sungai Juwana sebagai salah satu rangkaian sedekah laut. Adanya kegiatan itu, membuat normalisasi sungai diundur. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Pengerjaan normalisasi Sungai Juwana harus ditunda. Hal itu mengingat situasi dan kondisi alur Sungai Juwana yang padat terutama menjelang dan usai lebaran. Disebabkan adanya sejumlah perayaan tradisi seperti sedekah laut.

”SPK turun sudah April lalu. Namun melihat situasinya tidak memungkinkan. Banyak kapal yang kembali dan berlabuh di alur sungai. Selain itu, usai lebaran ini juga ada kegiatan misalnya kupatan dan sedekah laut. Otomatis di sepanjang alur Sungai Juwana ada banyak keramaian. Oleh karena itu pengerjaannya ditunda,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melalui Kabid Sumberdaya Air Sumarto.

Jika melihat kondisinya, Sumarto memprediksi pengerjaan proyek yang menelan dana Rp 40 miliar tersebut baru bisa dikerjakan pada pertengahan atau bahkan akhir Juni. Proses pengerjaan diperkirakan hingga akhir tahun nanti.

Usai lebaran, seperti diketahui bakal kegiatan sedekah laut. Setidaknya ada dua desa di Kecamatan Juwana yang menggelar sedekah laut. Yakni masyarakat di Desa Bendar dan Desa Bajomulyo.

Secara keseluruhan, pengerjaan normalisasi adalah kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Dalam hal ini DPUPR Kabupaten Pati hanya berperan membantu kelancaran proyek. Termasuk melakukan sosialisasi dan penanganan-penanganan lain ketika terjadi masalah.

”Kami hanya melakukan sosialisasi utamanya kepada pemilik kapal, sawah, dan tambak yang terkena imbas proyek normalisasi ini. Selain pengerukan, proyek normalisasi ini juga akan mengembalikan lebar sungai. Diperkirakan lebarnya nanti mencapai 150 meter,” imbuhnya.

Seperti diketahui, normalisasi tersebut tidak sampai penuh. Hanya di alur Sungai Juwana  dari jembatan pantura sampai muara. Panjangnya lima kilometer. Pengerukan direncanakan tiga meter, dan pelebaran di bagian bawah seluas 150 meter.

”Pelebarannya tidak semua. Karena kalau semua itu pasti memakan bangunan-bangunan. Jadi hanya di bagian bawah yang memakan lahan tambak. Nanti kami sosialisaikan ke mereka. Kami mempertimbangkan aspek sosialnya juga,” terangnya. 

(ks/aua/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia