Senin, 21 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Features
Edi Waluyo, Kepala SMA Nasional Pati

Sudah Tulis Banyak Cerpen hingga Buat Program SMA Plus

09 Juni 2019, 13: 09: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

FOKUS: Edi Waluyo saat ditemui di ruangannya di SMA Nasional Pati baru-baru ini.

FOKUS: Edi Waluyo saat ditemui di ruangannya di SMA Nasional Pati baru-baru ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

Menjadi kepala sekolah tak hanya memimpin jalannya kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan. Namun juga seyogyanya memiliki inovasi dan daya kreativitas tinggi. Seperti yang dilakukan Edi Waluyo, kepala SMA Nasional Pati. Tak hanya itu, di luar rutinitasnya dia juga gemar menulis cerpen.

SRI PUTJIWATI, Pati

SEDERET piala tertata rapi di ruang kepala SMA Nasional Pati. Ruang kepala sekolah itu milik Edi Waluyo. Laki-laki yang akrab disapa Edi itu, sudah menakhodai sekolah itu sejak 2017 lalu hingga saat ini. Di balik perjuangannya hingga menjadi kepala sekolah, sebelumnya ia sempat menggeluti dunia jurnalistik selama 22 tahun.

Alumni Jurusan PKN Universitas Muhammadiyah Solo ini menuturkan, sejak SMA dia mempunyai passion di dunia jurnalistik. Mulanya ia ingin mengambil jurusan komunikasi usai lulus SMA. Namun gagal dan akhirnya mengambil kuliah jurusan keguruan di Solo. Di tengah-tengah menjalani kuliah di jurusan keguruan, Edi juga menjalani kuliah di bidang broadcasting di Semarang.

”Di Semarang saya menjadi presenter dan penyiar di beberapa radio dan televisi. Itu saya jalani sambil kuliah. Selain bekerja dunia broadcast di Semarang, juga di Boyolali dan Solo karena melanjutkan kulian di keguruan,” kenangnya.

Meskipun sibuk kuliah dan menjadi penyiar di beberapa daerah, nilai kuliahnya selalu bagus dan tidak pernah mengulang. Edy juga lulus kuliah tepat waktu. Setelah lulus kuliah di Solo, pada 1997 dia pulang ke kampung halamannya, Pati. Ia memilih untuk mengamalkan ilmunya menjadi guru di SMA Nasional.

Edi ingin terus mendedikasikan hidupnya di dunia pendidikan. Namun tetap menggeluti dunia broadcasting. Bahkan, suami dari Eni Triana ini menjadi pendiri beberapa radio di Pati pada saat itu. Radio-radio tersebut kini sudah menjadi besar.

Hingga akhirnya 2016 lalu berhenti dari dunia broadcast dan setahun kemudian terpilih menjadi kepala SMA Nasional Pati. Warga Perum Kutoharjo Pati ini, kini tengah sibuk menjalankan amanah menjadi kepala sekolah. Banyak hal yang dilakukan untuk memajukan sekolah yang dipimpinnya.

”Bekal ilmu dari keguruan dan komunikasi itu sangat bermanfaat. Di kejuruan diterapkan di pendidikan. Kemudian dari sisi broadcast penuh tantangan dan tuntutan untuk bisa berinovasi dan kreatif,” ucap ayah dari tiga anak ini.

Sejak menjadi kepala sekolah, ia telah membuat berbagai inovasi. Salah satunya membuat program SMA plus di SMA Nasional Pati yang sudah berjalan setahun ini. Dengan program SMA berbasis kompetensi dan keahlian tersebut, SMA Nasional memadukan ilmu pengetahuan pada kurikulum dengan pengembangan lifeskill yang dimiliki siswa. Sehingga lulus dari SMA, kuliah yes, kerja oke.

Pria kelahiran Pati, 1 Januari 1973 ini, juga gemar menulis. Sudah banyak cerpen yang ditulisnya di sela-sela aktivitas menjadi guru dan penyiar. Sebagai pendidik, ia ingin terus membumikan literasi.

”Sejak sekolah memang suka menulis cerpen. Alhamdulillah sudah banyak cerpen yang saya tulis saat di Solo. Ke depan ingin terus menulis buku atau lainnya. Tak hanya cerpen,” imbuhnya. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia