Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pemprov Jateng Sediakan Mudik Gratis Via Kereta Api Bagi Warganya

03 Juni 2019, 12: 21: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

LEPAS PEMUDIK: Gubernur Ganjar Pranowo mengangkat tongkat petugas PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) saat melepas mudik gratis warga Jateng dengan menggunakan kereta api di Stasiun Pasar Senen Jakarta kemarin.

LEPAS PEMUDIK: Gubernur Ganjar Pranowo mengangkat tongkat petugas PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) saat melepas mudik gratis warga Jateng dengan menggunakan kereta api di Stasiun Pasar Senen Jakarta kemarin. (ISTIMEWA)

Share this      

JAKARTA - Setelah enam tahun merantau di Ibukota, Dani Doger, 31, baru sekali ini mengikuti program mudik gratis naik kereta api (KA) yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng melalui Stasiun KA Pasar Senen, Jakarta,  kemarin. Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang menyediakan program mudik gratis menggunakan moda transportasi kereta bagi warganya yang berada di Jakarta.

"Sebenarnya ingin ikut mudik gratis dari dulu, tapi selalu tidak kebagian tiket. Tapi karena ini anak saya sudah mulai usil, saya harus berangkat mengantre lebih pagi dan kembali lebih siang," kata Dani.

Kenyamanan putranya yang masih dua tahun memang jadi pertimbangan khusus dalam memilih mudik gratis naik kereta menuju kampung halamannya di Karangtanjung, Kebumen. Menurut dia, program mudik gratis ini tepat baginya yang sudah berumah tangga. "Kalau dulu tidak masalah naik bus ke Kebumen. Tapi sekarang, anak sudah rewel susah dipegang, kalau tidak naik kereta malah membahayakan," katanya.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Ganjar Pranowo yang telah memberikan kemudahan pulang kampung. Kini dia bisa membawa istri dan anaknya pulang kampung tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. "Terima kasih Pak Gub. Setidaknya dengan mudik ini, saya ngirit uang sekitar Rp 1 juta. Ya lumayanlah untuk dibagikan ke keponakan-keponakan," katanya.

Dani merupakan satu dari ratusan orang yang berangkat mudik gratis naik KA Gajahwong. Ini merupakan rangkaian kereta pertama dari tiga rangkaian kereta yang direncanakan. Gubernur Ganjar mengatakan tiga rangkaian tersebut memiliki tujuan kota yang berbeda. Untuk rangkaian pertama ini, KA menuju Kutoarjo. "Rangkaian pertama membawa 720 pemudik menuju Kutoarjo. Nanti siang dan malam akan menyusul dengan tujuan kota lain," katanya.

Dua rangkaian tersebut nantinya menuju Solo dan Semarang. Pada Minggu pagi ini, Kereta Gajahwong berangkat dari Pasar Senen-Purwokerto-Kroya-Gombong-Kebumen- berakhir di Kutoarjo. Untuk Solo, menggunakan kereta Singasari dengan kapasitas 448 penumpang dan untuk ke Semarang Tawang menggunakan Kereta Menoreh kapasitas 640 penumpang. "Mudah-mudahan ini melengkapi pemudik setelah kemarin berangkat 213 bus. Nanti malam saya juga akan mudik naik kereta bareng para pemudik ke Semarang," katanya.

Deputi 2, Komersial dan Aset Daop I PT KAI, Junaidi Nasution mengatakan Pemprov Jateng merupakan satu-satunya Pemprov yang menyediakan mudik gratis dengan moda KA. Bukan hanya sekali, telah berlangsung beberapa kali. "Rutin tiap tahun hanya Jateng. Peminatnya selalu penuh. Biaya sesuai tarif yang ditentukan, tidak ada kenaikan maupun pengurangan," katanya. (lhr/ida)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia