Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Empat Bulan Dirapel, Honor PTT/GTT di Jepara Akhirnya Cair Akhir Bulan

03 Juni 2019, 11: 58: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

Agus Tri Harjono; Kadisikpora Jepara

Agus Tri Harjono; Kadisikpora Jepara (DOK. PRIBADI)

Share this      

JEPARAGaji guru dan pegawai tidak tetap yang bersumber dari anggaran daerah mulai disalurkan setiap bulan sekali. Sebelumnya, sejak Januari hingga April lalu, gaji disalurkan dengan dirapel. Mulai Mei sudah bisa disalurkan setiap akhir bulan. Begitu juga dengan bulan ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono menjelaskan, penyaluran sudah mulai normal setiap bulan. Sebab, data penerima sudah mulai stabil. Tidak ada perubahan signifikan. Sedangkan awal tahun ini terjadi dinamika perubahan data.

”Jadi, butuh waktu hingga empat bulan penyaluran dirapel. Mulai Mei dan seterusnya penyaluran kami upayakan sebulan sekali di akhir bulan,” ujarnya.

Penyaluran sebulan sekali ini, juga menjadi tuntutan guru dan pegawai tidak tetap di Jepara pada tahun lalu. Sebab, rencana penyaluran akan diberikan setiap tiga bulan sekali. Dengan berbagai pertimbangan dan penghitungan, diputuskan penyaluran setiap sebulan sekali.

Hingga pada awal 2019, terjadi keterlambatan penyaluran. Keterlambatan penyaluran ini diakibatkan adanya perubahan data mutasi pegawai sejak awal tahun ini. Perubahan data kepindahan ini, karena masuknya guru pegawai negeri sipil (PNS) hasil perekrutan tahun ini. Sehingga harus ada GTT yang dicarikan sekolah lain untuk memenuhi jam pelajaran.

Setelah PNS masuk, kebutuhan sekolah terhadap tenaga pendidikan sebagain terpenuhi. GTT yang ada di sekolah yang bersangkutan harus dicarikan sekolah lain. Perubahan data ini yang perlu penyesuaian. Sehingga penyalurannya agak molor.

Untuk antisipasi perubahan data di akhir dan awal tahun, pihaknya saat ini mempersiapkan aplikasi khusus. ”Aplikasi ini untuk database penerima gaji dari APBD. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan sistem pendataan lebih akurat. Juga terkait format jumlah gaji yang diterima,” terangnya.

Dengan adanya aplikasi ini, supaya ada dinamika perubahan data tidak mengganggu proses rekap. Akibatnya penyaluran telat. ”Dengan sistem aplikasi yang baru diharapkan tidak ada lagi masalah telat penyaluran,” tuturnya.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia