Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Cuitan
Hari Ini Radar Kudus Genap Berusia 17 Tahun

Dua Kebahagiaan di Hari Nan Fitri

03 Juni 2019, 11: 06: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (radar kudus)

Share this      

HARI ini, 3 Juni 2019, Jawa Pos Radar Kudus, salah satu perusahaan yang saya pimpin, genap berusia 17 tahun. Bagi remaja, ini adalah ulang tahun sakral. Pertanda mereka menginjak dewasa. Wajar, ada sebagian yang merayakannya secara khusus. Bahkan, ada yang besar-besaran.

Ulang tahun kali ini nyaris bersamaan Lebaran yang dirayakan seluruh umat Muslim. Berarti ada dua kebahagiaan di hari nan fitri. Tetapi, perusahaan tidak ingin berhura-hura. Momen itu lebih dimanfaatkan untuk berkaca ke belakangan dan menatap jauh ke depan. Banyak pengalaman menarik yang bisa digunakan untuk memantapkan diri menjadi sebuah koran yang dewasa. Kami menyadari banyak kekurangan. Kami juga menyukuri banyak keberhasilan.

Kebetulan ulang tahun itu jatuh pada hari ke-29 Ramadan. Malamnya (tadi malam) termasuk diindikasikan sebagai malam lailatul qodar. Pada malam itu, para malaikat dan roh (Jibril) turun untuk mengatur semua urusan. Seluruh karyawan Radar Kudus diminta taqorrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Satu malam itu saja lebih baik dibanding 1.000 bulan (surat Alqadr).

Magrib nanti, saat berbuka puasa baru dilaksanakan selamatan. Acara didesain sederhana sesuai ajaran puasa. Sore muhasabah (introspeksi) yang disampaikan oleh 10 karyawan. Mereka mewakili berbagai divisi dan biro. Dilanjut doa bersama, potong tumpeng, dan salat berjamaah.

Open house penerimaan ucapan dari pihak luar secara resmi baru dilakukan 12 Juni nanti. Persis Hari Raya Ketupat. Kesempatan sekaligus digunakan halalbihalal. Seluruh karyawan dan loper koran berkumpul. Menyambut setiap tamu yang datang ke Radar Kudus Building. Pada hari itu juga kami terbitkan seluruh ucapan yang disampaikan lewat koran.

Ulang tahun Radar Kudus kali ini ditandai juga dengan launching seragam baru warna cokelat bermotif Bumi Mina Tani. Batik tulis yang dibikin oleh Tjokro, Bakaran, Juana, Pati, itu selanjutnya dipakai setiap Jumat menggantikan batik tulis bermotif Sam Pek Eng Tay yang dipakai setahun terakhir. Seragam baru menggambarkan bumi lohjinawi. Terkandung maksud agar perusahaan terus menunai kemakmuran.

Alhamdulillah, di saat terjadinya perubahan yang sangat dinamis, Radar Kudus tetap eksis. Petumbuhan media sosial dan on line tidak serta merta menenggelamkan media ini. Sebaliknya, menjadi tantangan baru dan memunculkan semangat baru.

Evaluasi triwulan I Jawa Pos Radar (JPR) Group menunjukkan Radar Kudus mencatat prestasi yang baik. Nyaris seluruh indikator penilaian mengalami pertumbuhan. Omzet koran dan iklan meningkat. Total hasil usaha naik 10,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tertinggi di antara 18 perusahaan di bawah JPR. Itu menunjukkan koran ini masih dipercaya masyarakat. Nomor dua Radar Semarang yang juga saya pimpin dengan kenaikan 9,84 persen.

Hasil yang baik itu, tentu tidak lepas dari kerja keras seluruh karyawan. Merekalah yang terus mencurahkan pikiran, melahirkan ide-ide kreatif, dan melakukan langkah-langkah positif. Perusahaan mengapresiasi dengan mengeluarkan bonus awal tahun di bulan April. Menjelang Idul Firi kali ini, juga ada parcel serta THR yang tidak terlambat.

Kami berterima kasih kepada seluruh mitra, para agen dan loper, pelanggan, serta client atas kepercayaannya selama ini. Kami mengakui banyak ketidaksempurnaan. Tidak sedikit pula kesalahan. Kebetulan dua hari lagi Idul Fitri. Kami mohon maaf atas semua kekurangan itu. Radar Kudus akan tidak terbit dua hari, tanggal 5 dan 6 Juni 2019.

Taqobbalallahu minna waminkum. Minal a’idin walfaizin. Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia