Jumat, 15 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Raih Nilai Unas Tertinggi, Siswa SMPN 3 Pati Diganjar Reward

01 Juni 2019, 10: 21: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT BELAJAR: Sejumlah siswa di Pati saat mendapatkan pembelajaran di dalam kelas.

SEMANGAT BELAJAR: Sejumlah siswa di Pati saat mendapatkan pembelajaran di dalam kelas. (HUMAS PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI - Ujian nasional SMP sudah diumumkan pekan lalu. Siswa SMPN 3 Pati Muhammad Rizal Zaki mendapatkan nilai tertinggi se-Kabupaten Pati dengan raihan nilai 393,5. Sementara nilai tertinggi kedua juga diperoleh siswa SMPN 3 Pati yakni Afirga Zumarico dan peringkat ketiga diraih siswa SMPN 1 Juwana Afina Z.N.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Saryono menuturkan, dinas selalu mendorong siswa supaya tak hanya menang pada juara lomba tertentu. Juga mendapatkan nilai terbaik ujian nasional. Meskipun nilai ujian nasional kini tidak menjadi patokan kelulusan, namun peringkat siswa atau nilai rata-rata sekolah harus meningkat.

“Secara keseluruhan nilai ujian nasional tahun ini baik. Siswa yang lulus mencapai 100 persen. Semuanya tuntas menjalani pembelajaran dan ujian nasional. Kami berharap tahun berikutnya bisa meningkat lagi,” katanya.

Sementara itu Kepala SMPN 3 Pati Rukayah menuturkan, sekolah yang dipimpinnya mendapatkan nilai tertinggi dari siswa maupun nilai rata-ratas sekolah juga mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi di Pati. Nilai rata-rata ujian nasional di SMPN 3 Pati 342. 

“Di awal tahun, kami memang mempunyai target-target tertentu dan kesepakatan dengan guru untuk mencapai nilai yang terbaik. Selain itu ada evaluasi di masing-masing mata pelajaran. Siswa yang mendapatkan nilai terbaik juga akan mendapatkan reward dari sekolah,” kata Rukayah kemarin.

Ia menuturkan, untuk menjaring siswa supaya mendapatkan nilai terbaik ujian nasional dilakukan sejak siswa duduk di kelas VII. Sekolah sudah melakukan pemetaan kelas. Ada 2 kelas unggulan dan selebihnya kelas reguler. Di kelas ungulan, nantinya dipetakan lagi yang dipetakan berdasarkan nilai harian.

“Setelah diberikan bimbingan, juga dilaksanakan try out 4 kali secara mandiri. Dari guru juga ada penguatan mapel dan ada jam khusus untuk siswa. Selain kelas unggulan, kami juga tetap memberikan tambahan pelajaran untuk siswa di kelas reguler. Semua siswa diberikan bimbingan dan penguatan mapel,” imbuhnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia