Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Atraksi Carnival Ramaikan Festival Thongtek Sita Perhatian Pengunjung

31 Mei 2019, 11: 14: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

MENARIK: Atraksi busana carnival meramaikan thongtek di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Jepara, kemarin malam.

MENARIK: Atraksi busana carnival meramaikan thongtek di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Jepara, kemarin malam. (FEMI NOVIYANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Berbagai ide kreatif ditampilkan dalam festival thongtek yang digelar di Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, kemarin malam. Salah satu yang cukup menyita perhatian, penampilan berbagai busana carnival sekaligus atraksi yang menyemarakkan suasana.

Kelompok yang menampilkan atraksi carnival tersebut, Kusuma Percussion. Penampilan didahului dengan atraksi carnival oleh sekitar tujuh model. Mereka memakai busana berbagai tema. Ketujuh model tersebut melakukan gerakan-gerakan yang atraktif. Di barisan belakangnya, barulah ditampilkan musik thongteknya.

Emilia, 18, salah satu anggota Kusuma Percussion yang menampilkan busana carnival mengatakan, dia tampil di urutan paling depan dengan menggunakan busana bertajuk Dewa Ruci. Di sepanjang jalan, Emilia melakukan gerakan-gerakan gesit layaknya hendak berperang.

Karena unik, penampilannya menyita perhatian. Sepanjang rute thongtek banyak masyarakat yang antusias mengabadikan penampilan kelompok tersebut. ”Banyak yang ambil foto. Banyak yang meminta foto bareng juga,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Emilia mengatakan, busana-busana yang dipakai merupakan busana dari Sanggar Kusuma Percussion. ”Busana ini (Dewa Ruci, Red), memang sering ditampilkan. Termasuk untuk festival thongtek dikolaborasikan dengan atraksi carnival,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu panitia festival thongtek Desa Krapyak Agung mengatakan, festival thongtek tersebut diselenggarakan oleh Pemuda Krapyak Lor Kali. Ini menjadi tahun kedua pelaksanaan festival itu.

Pada pelaksanaan kali ini, diikuti 27 kelompok peserta. ”Kami buat semacam karnaval. Jadi berkeliling desa. Tidak hanya dilombakan di panggung. Tujuannya untuk menyemarakkan Ramadan dan memberikan hiburan kepada masyarakat,” ujarnya.

Mengenai ketentuan peserta, Agung menambahkan, peserta tidak boleh menggunakan alat musik modern kecuali simbal, wajib membawa kentongan, serta memainkan instrumen lagu Islami. ”Tidak kami perkenankan membawakan lagu dangdut atau pop,” imbuhnya.

(ks/lin/emy/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia