Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Features
Anastasia Gebyar Evi Ubah Passion Jadi Bisnis

Awalnya Diragukan, Kini Miliki Enam Karyawan

31 Mei 2019, 10: 48: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

HOBI JADI BISNIS: Anastasia Gebyar Evi saat bekerja di Salon Mimi Lashes di Jalan Soetomo, Palembahan 29 B, Purwodadi, Grobogan.

HOBI JADI BISNIS: Anastasia Gebyar Evi saat bekerja di Salon Mimi Lashes di Jalan Soetomo, Palembahan 29 B, Purwodadi, Grobogan. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

Memiliki passion di bidang kecantikan, membuat Anatasia Gebyar Evi ingin memanfaatkan menjadi bisnis. Mulai dari membuka usaha kecil di rumah, dia kini mulai berani menyewa satu ruko untuk berbagai pelayanan salon kecantikan.

INTAN M SABRINA, Grobogan

ANASTASIA Gebyar Evi, perempuan kelahiran Sragen, 5 Mei 1993 ini memiliki cita-cita ingin membuka salon kecantikan sejak lama. Terlebih, Evi sempat bekerja di klinik kecantikan di Jakarta pada 2016 lalu.

Menurutnya, bidang kecantikan merupakan passion-nya dan harus dikembangkan. Terlebih semenjak bekerja di klinik kecantikan selama dua tahun itu, Evi memutuskan untuk resign dan berpikir membuka bisnis sendiri di tempat tinggalnya.

”Awalnya kepikiran ingin membuka sulam alis dan salon rambut. Namun, karena pengalaman bekerja selama dua tahun itu masih tak cukup untuk menjadi bekal dalam membuka bisnis. Akhirnya saya pun mengikuti beberapa kursus,” ujar alumni Keperawatan Stikes Elisabeth ini.

Kali pertama, ia kursus di Semarang selama empat hari. Dilanjut kursus bersama orang Korea di Jakarta selama sepekan. Setelah dirasa memiliki cukup bekal, ia pun mencoba membuka bisnis kecantikan di Kabupaten Kudus. Saat itu, bisnisnya masih di rumahan.

Saat kali pertama membuka bisnis kecantikan itu, ia dibantu satu karyawan. Meski sempat ramai, namun Evi sempat memiliki berbagai kendala, terutama masalah waktu. ”Saat itu sering keluar kota dan bolak-balik Kudus-Purwodadi. Jadi bisnis cukup terbengkalai saat itu,” ungkapnya.

Akhirnya, Evi memutuskan membuka bisnis eyelash extension di rumahnya, di Purwodadi. Tak disangka, peminatnya cukup banyak. Saat itu, banyak pelanggan yang kembali lagi dan cocok dengan servisnya.

Setelah kedua orang tuanya meninggal, Evi pun semakin memiliki daya juang yang tinggi dalam membuka bisnis untuk menjadi besar. Karena dirinya sendirilah yang menjadi satu-satunya tumpuan hidup keluarganya.

Evi pun sempat ingin membuka bisnis kuliner. Namun, melihat peluang bisnis yang dirasa kurang menguntungkan. Karena bisnis kuliner sudah banyak di Purwodadi. Akhirnya ia memutuskan membuka bisnis sesuai passion, kecantikan.

Tahun lalu, ia pun mulai kepikiran untuk menyewa ruko. Tanpa pikir panjang, April ini ia mencari ruko dan langsung menyewa ruko yang ada di Jalan Soetomo, Purwodadi.

Setelah mendapatkan ruko, ia dibantu berbagai teman-temannya melakukan rehab hingga membuka rekrutmen karyawan. Setelah dapat karyawan, ia harus melakukan training karyawan baru selama sehari penuh.

Setalah semua siap, pada 8 Mei Evi memberanikan diri untuk grand opening bisnisnya. Ia memberi nama ”Mimi Lashes”. Nama ”mimi” diambil dari panggilan ibunya. Dengan diberi nama tersebut, harapannya bisa menjadi pemantik untuk membuatnya semakin semangat bekerja dalam mengembangkan bisnisnya ini.

”Memang membuka bisnis ini cukup banyak gejolak dari orang-orang terdekat. Ada yang meragukan saya. Mereka bilang, saya tak mungkin bisa. Tapi karena tekad saya tinggi, tentu ini semakin membuat semangat untuk membuktikan ke mereka kalau saya bisa,” ujarnya.

Bermodalkan tabungan dan dibantu teman dekatnya, kini Evi berani membuka salon dengan enam karyawan. Bahkan, pemasarannya pun dilakukan hanya dengan bantuan teman-temannya melalui media daring.

Meski sudah membuka bisnis, putri dari pasangan Caesilia Gebyar dan Joko Widodo ini, terus meningkatkan kemampuannya. Ia pun masih mengikuti kursus nail art dan waxing di Semarang.

”Masih balak-balik Semarang-Purwodadi. Sekarang sudah ada karyawan, jadi setiap saya kursus, salon saya percayakan ke mereka. Karyawan pun hampir setiap hari mendapatkan training. Ini untuk memberikan pelayanan terbaik di sini,” paparnya.

Ke depan ia berharap semakin bisa memuaskan pelanggan. Bahkan, bisa sampai membuka cabang di daerah lain. (*)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia