Senin, 21 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Simak Nih! Ngaku Polisi, Todongkan Pistol Palsu, Dua Pemuda Dimassa

30 Mei 2019, 12: 58: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

NGAKU POLISI: Petugas kepolisian memeriksa pelaku begal dengan modus mengaku sebagai anggota polisi di Mapolsek Pecangaan kemarin malam.

NGAKU POLISI: Petugas kepolisian memeriksa pelaku begal dengan modus mengaku sebagai anggota polisi di Mapolsek Pecangaan kemarin malam. (POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA Sambil menodongkan pistol, dua pemuda mencoba merampas barang milik seorang warga di Desa Krasak, Pecangaan, kemarin malam. Saat beraksi, kedua pelaku mengaku sebagai anggota polisi. Beruntung, sebelum berhasil melancarkan aksinya, warga sekitar sigap mengamankan pelaku.

Nahasnya, pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga. Karena kedapatan mau membegal dengan modus mengaku sebagai polisi. Keduanya kedapatan mengaku sebagai anggota kepolisian untuk merampas ponsel milik pengendara.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo mengatakan, dari pemeriksaan diketahui identitas kedua pelaku adalah Tomo, warga Kaligawe, Kota Semarang, dan Erfa, warga Kecamatan/Kabupaten Demak.

Kedua pelaku sempat mengambil handphone milik korban dengan mengaku sebagai anggota polisi dari Satresnarkoba. Juga menodongkan korek gas berbentuk pistol ke korban. ”Karena ribut di pinggir jalan raya, kemudian dilihat warga sekitar. Lalu dicurigai warga. Akhirnya dilaporkan warga ke petugas untuk kemudian diamankan,” jelasnya.

Keduanya beraksi di sekitar Jalan Raya Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, dengan menaiki motor tanpa pelat nomor. Sambil mengamati situasi, para pelaku berkeliling mencari korban. Modus yang digunakan, salah seorang pelaku membawa korek api berbentuk senjata api untuk mengancam korban.

Mereka mengaku anggota Satresnarkoba yang sedang razia. Korban sempat melawan dan berteriak minta tolong. Saat hendak kabur, korban menarik motor dan jaket pelaku sambil berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku.

”Kami sempat kesulitan mendapatkan identitas pelaku, karena tidak membawa KTP. Selain itu, keduanya kerap kali memberikan keterangan yang membingungkan.

Keduanya diancam Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 378 KUHP tentang Memakai Nama Palsu atau Martabat Palsu untuk Melakukan Kejahatan.

Erfa, salah seorang pelaku mengatakan, dia mengaku anggota polisi untuk menakuti korban. ”Spontan saja, Pak. Tidak saya rencanakan. Pistol itu hanya korek api yang saya beli di Simpang Lima Semarang seharga Rp 160 ribu," katanya kepada aparat.

(ks/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia