Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Kenaikan Isa Al Masih, Teladani Yesus, Tekankan Jaga Kerukunan

30 Mei 2019, 11: 45: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

Pendeta Herin, Pendeta di Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Kudus

Pendeta Herin, Pendeta di Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Kudus (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Hari ini umat kristiani memperingati Kenaikan Isa Al Masih. Secara umum, makna kenaikan Yesus Kristus ke surga itu, menyatakan kemuliaan Yesus dan pemberian berkat kepada umat-Nya berupa Roh Kudus sebagai wujud penyertaan-Nya. Selain itu, kenaikan-Nya ke surga juga untuk menyiapkan tempat di surga bagi umat manusia.

Hal ini disampaikan Pendeta Herin dari Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Kudus. Ia mengatakan, makna kenaikan Yesus Kristus pada tahun ini, GITJ Kudus merumuskan dalam tema ”Wartakanlah Pertobatan dan Pengampunan kepada Segala Bangsa”.

Artinya, ada tugas yang harus dilakukan oleh para pengikut Yesus sekarang ini. Yaitu memberitakan tentang Allah yang pendamai, berkenan mengampuni semua orang dari bangsa apa pun yang bertobat dan berserah kepada-Nya, seperti yang telah dikerjakan oleh Yesus sendiri selama pelayananan-Nya di dunia ini.

Salah satunya, wujud perilaku sebagai umat yang memuliakan Allah dan menjadi pendamai bagi semua orang. Yaitu bersedia mengampuni orang yang berbuat kesalahan dan mendoakan agar mereka diterangi untuk melakukan yang benar, bertobat, lalu bersama-sama hidup saling mengasihi dan menolong dalam takut akan Allah.

”Apalagi saat ini umat Islam menjalani ibadah puasa, kami dari umat Kristiani harus bisa menghargai. Mari menjalani ibadah bersama-sama menurut keyakinan masing-masing. Hidup rukun berbangsa itu sangat indah. Jadi kami selalu tekankan kepada umat jangan pernah terprovokasi dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

Pendeta Herin juga menegaskan, kenaikan Isa Al Masih ini bukti dari pengorbanan Yesus untuk menebus dosa-dosa umatnya. Jadi, perlu diresapi sebagai manusia untuk berupaya berbuat baik kepada sesama.

Dia menilai, sejauh ini toleransi umat beragamanya di Kabupaten Kudus cukup kuat. ”Hal ini harus dijaga. Supaya kedamaian terus berjalan,” harap Herin.

Sementara itu, peringatan kenaikan Isa Al Masih di GITJ hari ini digelar misa bersama. Selain itu, juga ada pertandingan olahraga antarpemuda gereja.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia