Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Belajar On Time di Negeri Ginseng

30 Mei 2019, 10: 29: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

Dewi Yustika Sari

Dewi Yustika Sari (DOK PRIBADI)

Share this      

BERUNTUNG sekali Dewi Yustika Sari. Gadis asal RT 1/RW 4, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, ini menjadi salah satu mahasiswi yang ikut program pertukaran pelajar di Korea Selatan. Selain belajar di kampus, Dewi juga beruntung bisa belajar on time alias tepat waktu di Negari Gingseng tersebut.

Dewi merasakan kuliah selama satu bulan di Dongseo University. ”Alhamdulillah banyak pelajaran dan pengalaman berharga. Atmosfir pendidikan di sana (Korea Selatan, Red) bagus. Saya bisa belajar soal menghargai waktu. Sangat jarang terjadi di negeri sendiri. Di sana (Korea Selatan, Red) semua aktivitas pembelajaran dilakukan on time,” terang mahasiswi Universitas Sultan Agung Semarang ini.

Hal itu yang membuat dirinya merasa sangat terkesan. Budaya tepat waktu di Indonesia dinilai masih langka. Berbeda dengan di Korea Selatan. Dewi merasa nyaman dengan budaya tepat waktu semacam itu. Dirinya mengaku ingin sekali mengadopsi budaya itu untuk bisa diterapkan di Indonesia.

Mahasiswi semester V, jurusan akuntansi, ini mengungkapkan, selain soal budaya tepat waktu, yang paling mengesankan dalam agenda student exchange yang diikutinya, soal pengalaman kuliah. ”Dosennya bagus-bagus. Kelas internasional. Karena mahasiswanya juga berasal dari berbagai negara. Pastinya makin banyak mendapat relasi dalam kegiatan pertukaran pelajar ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, yang juga berkesan dalam diri Dewi adalah soal ketertiban masyarakat di kota yang ditinggalinya, Kota Busan. ”Saya tidak melihat ada kemacetan di sini (Kota Busan, Red). Semua orang benar-benar menaati lalu lintas. Orang-orang juga sadar kebersihan. Selama di sini (Kota Busan, Red) saya belum pernah melihat ada orang buang sampah sembarangan,” terang Dewi.

Di program pertukaran pelajar yang diikutinya, dirinya merasakan kuliah selama satu semester. ”Dari Indonesia ada empat mahasiswa lain yang mengikuti program pertukaran pelajar ini,” imbuhnya. 

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia