Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Belum Genap Setahun, Polres Rembang Ungkap 30 Kasus Narkoba  

29 Mei 2019, 14: 14: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

GELAR: Kapolres Rembang, AKBP Pungky Buana Santoso didampingi Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Dandim 0720 Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto saat jumpa pers ungkap kasus narkoba, kemarin.

GELAR: Kapolres Rembang, AKBP Pungky Buana Santoso didampingi Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Dandim 0720 Rembang, Letkol Arh Andi Budi Sulistianto saat jumpa pers ungkap kasus narkoba, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Kasus narkoba di Kabupaten Rembang mengalami peningkatan selama lima bulan ini. Jika sebelumnya hanya lintasan, saat ini masyarakat Rembang sudah mulai memesan barang haram tersebut. Tak tanggung-tanggung belum genap setahun sudah ada 30 kasus yang telah ditangani.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Rembang, AKBP Pungky Buana Santoso dalam jumpa pers kepada awak media kemarin. Pasalnya data kasus narkoba yang tercatat di Polres setempat mencapai 30-an kasus. Ia meminta masyarakat untuk mewaspadai. Termasuk media diminta sosialisasikan maksimal tentang bahaya narkoba.

”Upaya pencegahan tidak harus melulu petugas. Namun juga masyarakat, ketika terjadi penolakan massal akhirnya penyebaran tereliminasi atau berkurang,” ungkapnya kemarin.

Kapolres menyatakan saat ini ada tiga kasus, lima orang tersangka narkoba.  Empat orang sebagai pengedar/penjual. Lalu satu kasus sebagai pengguna. Namun dari empat tersangka positif pengguna.

Empat orang sudah diproses. Perkembanganya sudah tahap surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). Saat ini sudah dikoordinasikan pihak kejaksaan dalam rangka penyidikan.

”Barang bukti narkoba beberapa bungkus yang diamankan. Diantaranya sabu kurang lebih seperempat gram, lalu alat hisab sabu dan penyimpanan (modif sendiri). Termasuk alat komunikasi. Mudah-mudahan bisa mengarah kepada para pelaku diatasnya lagi,” targetnya. 

Selain narkoba, jajaran Polres Rembang mengamankan ribuan miras. Selama operasi akhir April hingga Mei 2019. Total ada 1750 miras tanpa ijin. Mulai yang bermerk, tradisional, oplosan dan paket hemat.

Rinciannya Anggur Kolesem isi 620 ml 1255 botol, Ice Land kecil 98 botol, Anggur Merah cap Orang Tua 45 botol, Ice Land Besar 6 botol, Anggur Kilin Cap Orang Tua 620 ml 88 botol, Mansion Besar 22 botol, Arak isi1500 ml 110 botol, Vodka Besar 87 botol, Chivas 3 botol, Martel 3 botol, Countru 1 botol dan Congyang Orang Tua 31 botol.

”Arak ada yang dimodifikasi paket hemat. Gunakan botol krantingdeng yang besar Rp 10 ribu dijual oleh pedagang Rp 3 ribu. Ini untuk menyasar anak muda dan mudah disimpan,” bebernya.

Terpisah Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyatakan kasus narkoba dan miras menjadi perhatian dan keresahan. Karena mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Makanya Hafidz apresiasi kinerja Polri selalu melakukan operasi rutin.

”Saya apresiasi kinerja Polri operasi rutin tidak sekadar jelang Lebaran. Namun dikembangkan sampai peredaran narkoba dapat tertangani dan terdeteksi,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia