Senin, 21 Oct 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Literasi Ramadan, Siswa SMKN 1 Kedung Antusias Baca Koran Radar Kudus

29 Mei 2019, 11: 40: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Peserta didik SMKN 1 Kedung baca Koran Jawa Pos Radar Kudus serentak di halaman sekolah sebelum memasuki ruangan tes kemarin.

ANTUSIAS: Peserta didik SMKN 1 Kedung baca Koran Jawa Pos Radar Kudus serentak di halaman sekolah sebelum memasuki ruangan tes kemarin. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Sambil menunggu bel masuk berdering, siswa-siswi SMKN 1 Kedung berkumpul di halaman sekolah setempat kemarin. Mereka menyempatkan baca koran Jawa Pos Radar Kudus sebelum masuk ruangan untuk mengikuti ulangan kenaikan kelas. Membaca serentak itu merupakan kegiatan Literasi Ramadan Sekolah.

Mereka antusias membaca koran itu pada sesi literasi sekolah kemarin. Sekitar lima menit mereka membaca berbagai informasi yang dimuat dalam koran tersebut. Salah satunya profil SMKN 1 Kedung. Mulai program sekolah, prestasi, hingga kegiatan sekolah ada di dalam rubrik info pendidikan satu halaman itu.

Dengan dipandu beberapa guru, para siswa mulai membaca isi koran. Setelah selesai, siswa membubarkan diri dengan tertib. Mereka mulai bersiap menuju ruang ujian sekolah sesuai dengan jadwal sesi yang ditentukan. Masih ada siswa lima menit sebelum mulai ujian sekolah. Di depan ruang kelas, mereka sesekali membuka kembali buku pelajaran yang akan diujikan saat itu.

Sementara itu, Kepala SMKN  1 Kedung Achmad Sholeh mengungkapkan, kegemaran membaca harus ditanamkan kepada setiap siswa. Kegemaran itu harus dimulai dari diri sendiri. Selama di sekolah, menjadi awal pembiasaan kegemaran membaca tersebut. Topik yang dibaca pun tidak harus buku pelajaran. Masih banyak buku bacaan lain yang bisa menambah wawasan dan membuka cakrawala pengetahuan siswa.

“Cari informasi sebanyak mungkin. Baik tentang pelajaran maupun pengetahuan umum. Kalau hanya hanya mengandalkan pengetahuan di dalam kelas lewat buku pelajaran maka belum cukup. Siswa harus memperkaya informasi dari berbagai sumber bacaan,” paparnya.

Selain itu pihaknya juga menanamkan literasi Ramadan dengan ngaji posonan di sekolah. Selama Ramadan, tiap kelas bergilir mengikuti kajian keagamaan. Tak hanya pengetahuan keduniaan, literasi keilmuan keagamaan juga penting. Hal ini untuk menunjang pengetahuan spiritual siswa. Setelah sebelumnya dibekali keterampilan dan pengetahuan sesuai pemintan masing-masing.

”Ramadan jadi momen yang ditunggu untuk memperbanyak kajian keagamaan. Selain kometitif dari segi kompetensi, setelah lulus siswa juga didasari dengan keilmuan agama yang cukup,” tandasnya.

(ks/war/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia