Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ramadan Ladang Ibadah dan Penanaman Karakter

28 Mei 2019, 16: 30: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

Muhamad Kusnan, S.Pd, M.Si.; Guru SMK Negeri 1 Purwodadi

Muhamad Kusnan, S.Pd, M.Si.; Guru SMK Negeri 1 Purwodadi (dok pribadi)

Share this      

BULAN suci Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Dalam bulan Ramadan, pahala amal juga dilipatgandakan. Pada Ramadan 1440 H kali ini, kerohanian Islam (Rohis) Ruhama SMK Negeri 1 Purwodadi mengadakan beberapa kegiatan, antaranya pesantren Ramadan, penasaran bukan?

Sebelumnya sangat jarang ditemukan peserta didik melaksanakan buka dan sahur bersama di sekolah,  kemudian salat tarawih dan tadarus alquran bersama teman sekelas maupun kelas lainnya.

Pesantren Ramadan  atau  biasa dikenal dengan pesantren kilat merupakan salah satu kegiatan yang setiap tahun dilaksanakan SMKN 1 Purwodadi, khususnya organisasi Rohis. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaaan peserta didik. Apalagi di bulan Ramadan.

Tujuan berpuasa telah  dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 183 yang artinya“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”.

Menurut ayat tersebut tujuan dari puasa  agar meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa melakukan puasa Ramadan karena Iman dan mengharap pahala (dari Allah) ia diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari Muslim).

Kegiatan pesantren Ramadan kali ini mengambil tema “Kokohkan diri, tingkatkan kepedulian, raih ketakwaan di bulan Ramadan,”. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Masjid Nurul Huda SMKN 1 Purwodadi, dan diikuti seluruh peserta didik serta pemateri yang didatangkan dari luar instansi.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 8-10 Ramadan 1440 H bertepatan dengan 13-15 Mei ini. Dalam pelaksanaannya, dijadwalkan lima kelas setiap harinya, mulai dari Akuntansi Keuangan Lembaga, Tata Busana, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Teknik Komputer dan Jaringan, Multimedia, Bisnis Daring dan Pemasaran, dan Tata Boga.

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 16.00, yang diawali kegiatan registrasi kehadiran,  dilanjutkan materi yang tentunya sangat menarik dan bermanfaat diakhiri dengan doa. Hadirnya bunyi sirine yang menandai datangnya waktu berbuka di mulai dengan  buka ringan dilanjutkan salat Magrib berjamaah.

Usai salat Magrib barulah buka besar yang dilaksanakan di lapangan sekolah. Kemudian salat isya dan tarawih bersama hingga tadarus yang dipimpin pemimpin dan pengurus rohis.

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, terlihat ketika tadarus mereka sangat semangat untuk menyelesaikan satu juz yang diterimanya. Kemudian pukul  02.30 seluruh peserta melaksanakan qiyamul lail, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan karakter positif  pada peserta didik.

Tepat pukul 03.30 kami melaksanakan sahur bersama, kegiatan tersebut selain bernilai ibadah juga dapat mempererattali ukhuwah Islamiyah antar peserta didik. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat: 10 yang isinya “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara dalam agama, karena itu, bila mereka bertikai maka damaikanlah di antara saudara-saudara kalian itu. Takutlah kepada Allah dalam segala urusan kalian agar kalian dirahmati oleh-Nya,”.

Dalam ayat tersebut kita diperintahkan untuk menjaga hubungan baik sesama muslim, bahkan diperintahkan untuk mendamaikan orang muslim yang sedang bertikai, maka sangat penting menjaga hubungan antar muslim yang imbasnya memupuk kepribadian menjalin hubungan baik dalam pergaulan hidup sesama manusia.

Usai melaksanakan ibadah sahur, langsung melangsungkan kegiatan salat subuh berjamaah yang dipimpin oleh pembina Rohis Ruhama, dilanjutkan santapan rohani kuliah Subuh.

Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari kegiatan tersebut, pembinaan keimanan dan ketakwaan, bertambahnya ilmu, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan masih banyak manfaat yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Tentunya kegiatan ini momentum yang sangat mulia dan perlu diprogramkan kembali pada kegiatan Ramadan berikutnya. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia