Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Enam Perampok “Kelompok Aceh” Akhirnya Divonis Tujuh Tahun Penjara

28 Mei 2019, 15: 00: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

AKUI PERBUATAN: Enam terdakwa kasus perampokan di Panjunan mendengarkan vonis hakim di PN Pati kemarin. Mereka divonis tujuh tahun penjara.

AKUI PERBUATAN: Enam terdakwa kasus perampokan di Panjunan mendengarkan vonis hakim di PN Pati kemarin. Mereka divonis tujuh tahun penjara. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

PATI – Enam perampok kelompok Aceh yang menyekap korban di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Kota, Pati, Rabu (9/1) lalu, akhirnya divonis kurungan tujuh tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati kemarin. Keenam terdakwa itu, Seh Berawi, Kasrowedi, Salidun, Lormen Hutabarat, Raedi Selyan, dan Imam Supriyanto. Mereka terbukti melakukan perampokan dan meresahkan masyarakat serta pernah dipidana.

Sidang putusan tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai AA Putu Putra Ariyana didampingi hakim anggota Rida Nur Karima dan Dyah Retno Yuliarti. Dalam amar putusan majelis hakim, menyatakan keenam terdakwa perampokan di Desa Pajunan, Kecamatan Kota Pati, divonis tujuh tahun kurungan penjara.

”Terdakwa telah terbukti melanggar tindak pidana. Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat (2) ke-1, ke-2, dan ke-3. Terdakwa divonis tujuh tahun kurungan penjara dikurangi masa tahanan,” ucap hakim ketua AA Putu Putra Ariyana.

Putusan majelis hakim terhadap keenam terdakwa Seh Berawi dan Kasrowedi warga Nangroe Aceh Darusalam, Salidun warga Bekasi, Lormen Hutabarat warga Tangerang, Raedi Selyan warga Gunung Kidul Jogjakarta, dan Imam Supriyanto warga Blora melalui berbagai pertimbangan.

”Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yakni perbuatannya sudah meresahkan masyarakat, Bahkan telah menikmati sebagian hasil kejahatannya. Juga ada sebagian terdakwa yang pernah dihukum,” jelas Putu kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sementara itu, hal yang meringankan dari putusan para terdakwa, karena keenam terdakwa bersikap sopan dan berterus-terang di persidangan. Sikap itu membuat proses persidangan lancar. Para terdakwa juga sudah merasa bersalah dan menyesali perbuatannya.

Seperti yang diketahui, kasus perampokan itu terjadi pada 9 Januari lalu. Para perampok masuk ke rumah korban dini hari. Mereka menyekap penjaga, korban, dan istri korban. Kemudian pergi setelah membawa barang-barang berharga. Pada kasus ini polisi gerak cepat.

Mereka berhasil diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Pati di Jakarta Barat Senin (14/1). Terdakwa berpesta pora usai merampok di rumah korban dan berhasil membawa isi brankas berisi uang dolar dan ringgit serta emas dan berlian dengan total mencapai Rp 1,3 miliar.

Aksi itu sudah terencana. Sebelum beraksi di Desa Panjunan, Kota Pati, para terdakwa juga sudah menyewa rumah di Kabupaten Sragen untuk memetakan target kejahatannya. Sebelum merampok di Pati pada 9 Januari lalu itu, tersangka sudah melakukan kejahatan yang sama di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 7 Januari. 

(ks/put/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia