Selasa, 25 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Tiga Caleg di Kudus Ajukan Gugatan Hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi

27 Mei 2019, 12: 47: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

Tiga Caleg di Kudus Ajukan Gugatan Hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi

KUDUS - Tiga calon legislatif (caleg) DPRD Kudus mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus (24/5) terkait perselisihan hasil pemilu. Ketiganya adalah Agus Setia Budi dari Partai Hanura, Agus Winarno dari Geridra, dan Bambang Kasriono.

Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Hendro RK membenarkan ada calon legislatif (caleg) dari dapil III Kudus yang mengajukan gugatan ke MK terkait perkara perselisihan hasil pemilu.

"Ya ada (caleg PAN ajukan gugatan, Red). Disinyalir ada penggelembungan suara salah satu partai," ujarnya singkat saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus tadi malam.

Zanroni, dari Partai Gerindra Kudus, mengatakan Sampai saat ini caleg yang bersangkutan (dari Partai Gerindra) belum mengkonfirmasi. Jadi belum diketahui tentang materi gugatan yang diajukan.

Divisi Hukum dan Pengawas KPU Kudus, Cahyo Maryadi menyebutkan penggugat masing-masing Agus Setia Budi dari partai Hanura. Dirinya memohon terkait dengan persilisihan hasil pemilu di dapil III. Kemudian di dapil IV atas nama Agus Wariono dari Gerindra. Pemohon ketiga Bambang Kasriono dapil III perkara hasil perselisihan hasil pemilu.

Ke depan, pihaknya masih menunggu terkait permohonan dari ketiga caleg itu. Setelah menerima, kemudian akan dipelajari tentang apa yang digugat oleh caleg-caleg tersebut.

“Kemudian kewajiban untuk kami jawab. Karena hingga kini belum ada surat dari MK. KPU Pusat juga belum menyurati kami,” ungkapnya.

Mahkamah Konstitusi sendiri telah memberikan kesempatan kepada peserta pemilu untuk melakukan gugatan. Hal itu dilakukan setelah adanya penetapan dari KPU Pusat pada 21 Mei kemarin.

 “Jadi untuk sementara MK itu dalam hal perselisihan hasil pemilu diberikan kesempatan upaya hukum terkait perselisihan hasil pemilu. Materi belum tahu, karena bentuk permohonan belum tahu,” imbuhnya.

Adanya gugatan tersebut berdampak pada mundurnya penetapan hasil pemilu 2019 di KPU Kudus. Padahal penetapan bisa dilakukan selang tiga hari setelah dilakukan penetapan hasil pemilu oleh KPU Pusat.

“Untuk penetapan hasil pemilu DPRD Kudus masih belum tahu. Karena masih ada gugatan dari MK. Kami masih menunggu keputusan dari MK nanti,”katanya. (vah)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia