Minggu, 21 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Peduli PPDB, SMPN 5 Pati Sediakan Layanan Konsultasi Pendaftar

27 Mei 2019, 09: 26: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

SOSIALISASI: Guru-guru dari SMPN 5 Pati saat melakukan sosialisasi di sejumlah SD di Kecamatan Kota baru-baru ini.

SOSIALISASI: Guru-guru dari SMPN 5 Pati saat melakukan sosialisasi di sejumlah SD di Kecamatan Kota baru-baru ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Mengantisipasi permasalahan dalam masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, SMPN 5 Pati melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah. Dengan tujuan memberikan pemahaman lebih detail kepada orang tua siswa kelas 6 SD yang akan mendaftar ke SMP.

Sosialisasi tersebut dilakukan sejak Rabu (15/5) lalu, di lebih dari 36 SD, yang berada di zona 1 dan 2. ”Kami murni melakukan sosialisasi PPDB online ini diterapkan. Supaya para orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya tidak kebingungan,” kata Kepala SMPN 5 Pati Sofia Bardina kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baginya, sosialisasi ini penting. Karena sebagai pelaku dalam sistem PPDB ini pihaknya memberi pemahaman lebih detail sekaligus praktik pendaftaran online langsung.

Selain melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, SMPN 5 Pati juga membuka layanan bantuan di sekolah setempat kemarin. Layanan itu dibuka dari pagi sampai sore. Layanan bantuan itu juga terdapat fasilitas untuk praktik. ”Jadi para pendaftar bisa praktik mendaftar secara online dulu, sebelum benar-benar mendaftar dari rumah. Hal ini penting karena yang kita lihat orang-orang sudah pandai menggunakan teknologi tapi kebanyakan hanya untuk bermain sosial media saja,” imbuh Sofia.

Lebih lanjut, kata Sofia, dengan adanya sosialisasi ini, pihaknya berharap agar pelaksanaan pendaftaran online tahun ini tidak kacau seperti tahun sebelumnya, serta untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar bisa melakukan pendaftaran online sendiri.

Mengingat, seleksi PPDB tahun ini berdasarkan jarak tempat tinggal dan yang lebih dahulu melakukan pendaftaran, maka hal itu dianggap berisiko. Yakni, apabila masyarakat ketika melakukan pendaftaran menyerahkan kepada sekolah yang dituju. Karena, hal itu bisa kedahuluan oleh orang lain yang mendaftar secara mandiri.

”Dengan melakukan pendaftaran online secara mandiri, akan mengurangi risiko gesekan antar-pendaftar. Karena ingin bisa lebih dahulu terdaftar. Kekhawatiran akan terjadi kericuhan yang mungkin bisa terjadi, maka SMPN 5 Pati peduli untuk melakukan sosialisasi demi lancarnya PPDB,” terangnya. Seperti diketahui, SMPN 5 Pati pada PPDB tahun ini memiliki daya tampung sebanyak 7 rombongan belajar, dengan kuota 224 siswa.

(ks/aua/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia