Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Museum RA Kartini Minim Pengunjung, Dinbudpar Jemput Bola ke Sekolah

25 Mei 2019, 13: 27: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DIPERCANTIK: Pengunjung Museum RA Kartini dinilai masih jauh dari harapan. Pengunjung hanya membeludak tiap April.

DIPERCANTIK: Pengunjung Museum RA Kartini dinilai masih jauh dari harapan. Pengunjung hanya membeludak tiap April. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Sejumlah sekolah di Rembang tercatat belum pernah sama sekali berkunjung ke museum RA Kartini. Padahal, museum merupakan pusat informasi setelah sekolah. Sehingga, keberadaannya sudah sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat luas, khususnya pelajar.

Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Retna Dyah mengungkapkan, hingga kini belum ada satu sekolah pun dari wilayah Sarang yang berjunjung ke Museum RA Kartini.

”Makanya, nanti ada program-program ke sekolah. Lebih dipublikasikan kepada anak-anak sekolah, kita bikin game-game juga,” paparnya kemarin.

Selama ini, kata Retna, Museum RA Kartini hanya memiliki anggaran pemeliharaan saja. Sedangkan anggaran untuk publikasi secara umum belum ada.

Pada tahun ini, pihaknya juga berencana menata lagi koleksi museum. Retna memastikan penataan tersebut tidak mempengaruhi sejarah RA Kartini. Sebab, sudah ada regulasi yang mengaturnya.

”Saya kan juga merangkap juga di museum. Kami juga kerja sama dengan perusahaan yang biasa menangani,” tambah dia.

Pada tahun ini, pihak Dinbudpar juga mendapat anggaran sebesar Rp 450 Juta. Anggaran tersebut akan diplot untuk informasi publik sebesar 45 persen, pengelolaan koleksi sebesar 45 persen dan sisanya untuk pemeliharaan yang lain. ”Terutama perawatannya untuk bangunan. Tapi bukan untuk dicet,” terangnya.

Adapun informasi publik yang dirancang pihaknya yakni dalam bentuk leaflet yang dibagikan kepada sekolah-sekolah. Terutama, untuk sekolah yang belum pernah berkunjung ke museum, contohnya dari Sarang. Sebab, berdasarkan catatan, belum pernah ada sekolah dari Sarang yang berkunjung ke museum.

(ks/ful/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia