Kamis, 27 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Terkena Komplikasi, Ketua Komisi D DPRD Pati Tutup Usia

25 Mei 2019, 11: 22: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

DEWAN BERDUKA: Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Mussalam (kanan) meninggal dunia pada Kamis (23/5).

DEWAN BERDUKA: Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Mussalam (kanan) meninggal dunia pada Kamis (23/5). (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Mussalam, meninggal dunia pada Kamis (23/5) sekitar 19.30 malam lalu. Jenazah baru dikebumikan pagi kemarin di pemakaman Desa Guyangan Kecamatan Trangkil. Ratusan orang, baik keluarga maupun kolega mengantarkan kader PKB tersebut ke peristirahatan terahirnya.

Ridho, salah seorang yang masih kerabat dekat mengungkapkan, Mussalam sebelumnya diketahui telah lama sakit. Dia memiliki riwayat penyakit gula. Bahkan juga komplikasi. Mussalam menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Bangsa pada pukul 19.30. Mussalam meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.

”Sebatas yang saya tahu, beliau memang memiliki riwayat penyakit gula. Sudah lama sakitnya,” katanya singkat, kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka yang berada di Dukuh Kemiri, Desa Sarirejo, Kecamatan Kota. Jenazah terlebih dulu disucikan di sana. Beberapa pejabat nampak hadir memberikan penghormatan terkahir kepada almarhum.

Mulai dari Bupati Haryanto, Ketua DPRD Ali Badrudin, Wakil Ketua I Hardi, dan kawan satu partainya Muhamadun yang juga Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati, sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Pati.

 Setelah ditahlilkan, dan disalatkan, jenazah dinaikkan mobil ambulan menuju Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil. Lalu dimakamkan pagi kemarin di pemakaman setempat yang merupakan rumah masa kecilnya.

Terkait tugas pada alat kelengkapan dewan, Ketua DPRD Ali Badrudin menjelaskan, untuk sementara belum bisa menentukan. Karena suasananya masih dalam keadaan berduka. Namun karena di komisi itu ada wakil dan sekretarisnya. Tentunya tugas-tugas itu akan di-back-up oleh wakil.

”Kalau ketentuan untuk pergantian antar waktu (PAW) tidak ada. Karena aturannya kurang dari masa jabatan 6 bulan PAW tidak bisa dilakukan. Entah itu penyebabnya karena meninggal dunia atau dipecat partai tetap tak bisa,” jelas pria yang juga menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, untuk melengkapi itu akan dilakukan musyawarah. Tentunya ada kewenangan dari Fraksi PKB, karena itu merupakan haknya. ”Untuk pergantian itu akan dilakukan rapat kordinasi dalam forum badan musyawarah (banmus) sebagai alat kelengkapan yang dimiliki dewan. Namun belum kami jadwalkan. Lihat nanti, karena ini masih dalam suasana duka,” imbuhnya.

Selain itu, mewakili segenap pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pati, Ali mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Menurutnya, Mussalam adalah salah satu anggota dewan terbaik yang dimiliki Kabupaten Pati.

”Dalam ingatan saya, Pak Mussalam memang salah satu anggota yang terbaik. Dalam banyak kegiatan ketika saya tak bisa hadir, dia menjadi andalan saya untuk mewakili. Kapasitasnya sebagai anggota dewan sangat baik. Semoga husnul khotimah,” pungkasnya. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia