Senin, 17 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Jaksa Diduga Selewengkan Hasil Tilang Rp 2,6 M untuk Foya-foya

24 Mei 2019, 14: 28: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

Oknum Jaksa Diduga Selewengkan Hasil Tilang Rp 2,6 M untuk Foya-foya

REMBANG – Seorang oknum jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang diduga melakukan penyelewengan hasil tilang senilai Rp 2,6 miliar. Oknum berinisial WA itu, ditangkap di Pekalongan pada Senin (20/5) lalu oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng). Saat ini, sang oknum masih dalam penahanan Kejati.

Menurut sumber koran ini yang menolak disebutkan namanya, uang hasil tilang miliaran rupiah tersebut, merupakan hasil denda tilang dalam masa beberapa tahun terakhir. Pelaku yang bertugas di bagian tilang ini, diduga menggunakan uang hasil tilang itu, untuk bersenang-senang. Di antaranya ke tempat hiburan. Setiap datang ke tempat hiburan bisa menghabiskan uang hingga puluhan juta.

”Orang kejaksaan Rembang. Dia mengemplang uang tilang senilai Rp 2,6 miliar. Digunakan untuk foya-foya. Dadi seneng (jadi suka) karaoke, Rp 10 juta, Rp 15 juta, akhire ngelumpuk (akhirnya terkumpul) berapa tahun. Segitu kalau dihitung sampai miliaran yang digunakan,” paparnya kemarin.

Sumber tersebut menambahkan, pada Selasa (28/5) mendatang, sejumlah saksi yang berkaitan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang akan diperiksa di Kejati Jateng.

Dia menambahkan, dari kejadian di Kota Garam ini, banyak juga oknum-oknum yang juga tertangkap dengan kasus serupa. ”Ada yang ketangkap tapi kemudian mengembalikan uang yang dimaksud tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Asintel Kejati Jateng Bambang Haryanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus kemarin tak bersedia berkomentar banyak. Saat berkali-kali diyakinkan, dia justru meminta koran ini bertanya kepada Kejari Rembang.

”Tanya (Kejari) Rembang. Tanya Rembang,” kata Bambang berkali-kali tanpa membenarkan atau menyalahkan informasi tersebut.

Sedangkan saat koran ini meminta keterangan dari Kejari Rembang melalui Kasi Intel Bintarno, dia mengaku belum mengetahui adanya awak Kejari Rembang yang terjerat kasus di Kejati Jateng.

”Saya takutnya salah. Saya tidak tahu apakah benar atau tidak. Silakan tanya ke atasannya saja,” kata dia kemarin.

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia