Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Tahun Ini Peserta Seleksi PPG di Kemenag Kudus Melonjak Drastis

23 Mei 2019, 16: 11: 57 WIB | editor : Ali Mustofa

AMATI SOAL: Peserta seleksi PPG mengerjakan soal berbasis komputer dengan serius di MAN 2 Kudus kemarin.

AMATI SOAL: Peserta seleksi PPG mengerjakan soal berbasis komputer dengan serius di MAN 2 Kudus kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Sebanyak 502 guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus mengikuti seleksi Pendidikan Profesi guru (PPG) yang digelar tahun ini. Jumlah tersebut melonjak drastis dibanding 2018 yang hanya diikuti 80 guru. Mereka mulai mengerjakan pre tes Selasa (21/5) hingga Kamis (23/5) di laboratorium komputer MAN 2 Kudus.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi melalui Kasi Pendidikan Madrasah Suhadi menyampaikan, peserta PPG terdiri dari guru kelas RA/TK Sebanyak 45 orang, guru kelas MI 54 orang, guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sebanyak  24 orang, dan guru Akidah Akhlak sebanyak 55 orang.

Kemudian, guru Alquran Hadist sebanyak 57 orang, guru Bahasa Arab ada 22 orang, guru Bahasa Indonesia 23 orang, guru Bahasa Inggris 43 orang, guru bimbingan konseling 24 orang, dan guru Biologi lima orang.

Guru ekonomi tujuh orang, guru Fiqih 53 orang, guru Fisika empat orang, guru geografi tiga orang, guru IPA16 orang, guru IPS lima orang, guru Kimia tiga orang, guru Matematika 42 orang, guru Penjaskes tujuh orang, guru PKN tiga orang, guru Sosiologi tiga orang, dan guru TIK sebanyak lima orang.

”Pesertanya tahun ini merata. Guru mata pelajaran yang absen tidak mendaftar adalah guru sejarah,” jelasnya.

Tahun ini merupakan peserta terbanyak dalam PPG. Pada 2018 lalu hanya 80 peserta dan 2017 hanya diikuti 23 peserta. Penerapan pre tes baru dimulai 2018 lalu, dan pendaftar hanya mengikuti seleksi administrasi, dan dilanjutkan pelaksanaan PPG.

”Tahun 2018, dari 80 peserta yang mengikuti pre tes, ternyata hanya 30 yang lolos. Jadi memang tidak gampang bisa ikut PPG,” terangnya.

Materi presentasi tes PPG, diantaranya meliputi pengetahuan tentang pedagogik serta mata pelajaran yang diampu. Pre tes ini berbasis komputer dan dilakukan secara bertahap.

Tak hanya seleksi pada pre tes yang tidak mudah.

Menurut Suhadi, pada pelaksanaan PPG hingga selesai, ternyata juga tidak semua peserta dinyatakan lulus. Jika tidak lulus, mereka harus mengulang pada pelaksanaan tahun berikutnya.

PPG tahun ini difasilitasi oleh Kementerian Agama pusat. Tahun-tahun lalu, pelaksanaan PPG dibiayai oleh negara, karena salah satu upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru. Namun, untuk tahun ini belum ada informasi terkait pembiayaan.

”Semoga saja gratis sebagaimana sebelumnya. Gratis ini untuk biaya pelaksanaannya saja. Tapi kalau operasional pribadi ditanggung sendiri,” katanya.

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia