Senin, 16 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Ekstrakurikuler Mulai Kelas I, Kunci Prestasi Siswa SDN 3 Demaan

23 Mei 2019, 16: 07: 55 WIB | editor : Ali Mustofa

CINTA BUDAYA: Siswa SDN 3 Demaan tampil mengenakan pakaian adat Kudus saat pembukaan Dandangan beberapa waktu lalu.

CINTA BUDAYA: Siswa SDN 3 Demaan tampil mengenakan pakaian adat Kudus saat pembukaan Dandangan beberapa waktu lalu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Prestasi siswa SDN 3 Demaan tak diraih secara instan. Guru-guru mulai jeli mengamati bakat-bakat peserta didiknya saat kelas I. Namun, tidak asal comot untuk dibina. Tapi butuh pembuktian dari kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala SDN 3 Demaan Suprapti mengatakan, guru kelas wajib peka terhadap anak didiknya. Menjaring siswa berprestasi memang dimulai dari bakat-bakat anak dan mengarahkannya masuk ekstrakurikuler sekolah.

”Kelas I sudah mulai memilih kegiatan sekolah ekstrakurikuler yang disukai sesuai bakat. Dari situlah guru bisa mengenali dan menggali lebih dalam bibit-bibit siswa berprestasi. Memang tidak mudah, dari tahun ke tahun belum tentu sama,” jelasnya.

DIDUKUNG BUPATI: Siswa SDN 3 Demaan mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus M Tamzil usai tampil pada pembukaan Dandangan.

DIDUKUNG BUPATI: Siswa SDN 3 Demaan mendapat dukungan penuh dari Bupati Kudus M Tamzil usai tampil pada pembukaan Dandangan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Suprapti mengatakan, prestasi siswa SDN 3 Demaan tidak hanya dari sisi akademis. Tapi juga bidang olahraga dan seni. Tahun ini beberapa anak berhasil melaju tingkat nasional, yang akan berkompetisi pada Juni mendatang.

Dia juga mengatakan, guru-guru juga sudah diarahkan untuk membina sesuai bidangnya. Menurutnya, SDN 3 Demaan paling menonjol prestasi paduan suara dan solo song, ada guru khusus seni suara. Kemudian, yang kedua bidang olahraga yakni renang dan karate.

Salah satu guru pembina seni musik SDN 3 Demaan Ponco Widigdo mengatakan, latihan untuk solo song dan paduan suara rutin latihan satu pekan sekali. Tapi kalau mendekati perlombaan bisa setiap hari.

”Terkadang latihan di sekolah, tapi lebih banyak di studio saya. Untuk menjaga suara tetap prima pola makan selalu saya perhatikan, apalagi menghadapi kompetisi, supaya selektif memilih makanan, dan memiliki suara bagus itu anugerah jadi betul-betul harus dijaga,” tandasnya.

Untuk sains tahun ini akan melaju ke tingkat nasional. Yakni siswa bernama Prabowo Adi S. Ia berhasil meraih peringkat II tingkat provinsi Sains Level II Topaz Global Education, dan akhir Juni mendatang berkompetisi sains mata pelajaran IPA di Malang.

Sementara itu, siswa bernama Farrel Danendra Radithya Rustanto melaju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabang Renang ke tingkat Provinsi Jawa Tengah mulai 17 20 Juni mendatang. 

(ks/san/lid/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia